Debat Cakahim HMPSTI : Suasana Malam Tidak Mengurangi Semangat Kedua Calon

Debat Cakahim Teknik Industri yang berlangsung di lantai 1 Gedung 10, Rabu (22/4). MP/ Vincent Fabian Debat Cakahim Teknik Industri yang berlangsung di lantai 1 Gedung 10, Rabu (22/4). MP/ Vincent Fabian

STOPPRESS MP, UNPAR – Debat Cakahim Program Studi Teknik Industri (HMPSTI) periode 2015–2016 berlangsung pada Rabu (22/4) malam di lantai 1 Gedung 10. Debat diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum Persatuan Mahasiswa (KPUPM) Fakultas Teknologi Industri (FTI).  Debat itu merupakan sesi dua dari rangkaian debat yang dimulai pukul 19.15-21.40 WIB.

“Kalau suasana malam ini kelihatannya tidak mengurangi performansi kedua calon,” ujar Refaldi Marlay (Teknik Kimia 2012) selaku ketua KPUPM FTI saat ditemui sehabis sesi debat cakahim HMPSTI (Himpunan Program Studi Teknik Industri). Dia juga mengatakan kedua calon itu tetap terlihat bersemangat. “Mereka juga udah datang lebih awal,” kata Refaldi.

Refaldi sendiri mengira dengan berlangsungnya debat pada malam hari akan membuat jumlah penonton yang datang menjadi berkurang. “Tetapi ternyata lumayan banyak juga,” katanya.

Debat cakahim yang berlangsung pada malam itu dipimpin oleh Wince (Teknik Industri 2012) selaku moderator. Debat dimulai dengan kedua calon memaparkan visi misi berikut program kerja yang mereka miliki. Kandidat No.1, Yohanes Kevin bervisi untuk menjadikan HMPS tepat guna yang menyejahterakan secara internal maupun eksternal demi kebanggaan internal dan eksternal Teknik Industri. Sedangkan kandidat No.2 Rickson I. bervisi menjadikan HMPSTI yang tanggap, berani, dan berguna.

Sesi 2 debat diisi dengan pertanyaan dari dua panelis yaitu, Ernest Christian Layman selaku mantan ketua HMPSTI 2013/2014 dan Robby Chong selaku ketua HMPSTI 2014/2015. Selanjutnya sesi 3 diisi dengan debat. Topik yang diangkat yaitu, perihal kurikulum dan nasib kegiatan kemahasiswaan saat GSG dibongkar.

Debat bertambah seru saat kedua calon tiba pada iklim pro-kontra. Rickson berpendapat bahwa pihak universitas cukup banyak memberi pertanggunjawaban dengan meningkatkan DKM (Dana Kegiatan Mahasiswa). “Kita bisa mencoba tempat-tempat baru,” ucapnya. Sedangkan Kevin berpendapat bahwa dengan penambahan DKM saja tidak cukup. “Oke ada DKM, tapi apakah DKM itu cukup? Tapi sebagai mahasiswa tetap harus memperjuangkan hak kita untuk memperoleh fasilitas,” kata Kevin. (Debat Cakahim FTI Menggunakan Format Baru)

Terkait penampilan kedua kandidat, Hacin (Teknik Industri 2010) menilai cara penyampaian mereka kurang baik meskipun sudah memiliki konsep yang bagus. “Beberapa hal dasarnya belum dijelaskan malah langsung masuk ke programnya,” ujarnya.

Debat cakahim ini masih akan dilakukan pada Senin, 27 April 2015 di semi basement gedung 9 pukul 18.00. Adapun, debat itu tidak diselenggarakan oleh KPUPM FTI, tetapi berupa debat internal mahasiswa TI.

VINCENT FABIAN

Related posts

*

*

Top