Debat Cakahim Arsitektur Adu ide Mengenai Ruang Komunal

Suasana Debat cakahim Arsitektur pada PUPM UNPAR 2017. Dok/ MP Suasana Debat cakahim Arsitektur pada PUPM UNPAR 2017. Dok/ MP

STOPPRESS MP, UNPAR-Pada Hari Jumat (21/04) 2017 diselenggarakan Debat Cakahim (Calon Ketua Himpunan) program studi Arsitektur yang bertempat di ruang Audio visual gedung 45. Ketiga Cakahim yaitu Darmawan Winaga, Laurentius Nicholas Rodriques, dan Sebastianus Virell memaparkan ide seputar permasalahan yang sedang dialami Program Studi Arsitektur yaitu, Ruang Komunal, terutama SC Teknik.

Ruang komunal yang kurang memadai menjadi salah satu topik bahasan pada debat tersebut, yakni pada sesi kedua ketika masing-masing cakahim memaparkan pendapatnya dan membuka gagasannya mengenai keadaan ruang komunal bagi mahasiswa Arsitektur.

Ketiga Cakahim tersebut mengutarakan gagasannya secara berurutan. Darmawan Winaga nomor urut satu menyatakan bahwa Sebenarnya telah tersedia ruang komunal bagi mahasiswa Arsitektur, yaitu SC (Student Center) Teknik.

Namun mahasiswa Arsitektur sendiri jarang menggunakannya sehingga tidak ada sense of belonging bagi mahasiswa Arsitektur terhadap SC Teknik. “Disini saya menekankan bahwa ada perbedaan culture antara program studi Arsitektur dan Sipil yang menjadi kendala. Padahal SC ini adalah milik semua dan kita (red. mahasiswa Arsitektur) bisa menggunakannya juga,” ujar Cakahim yang akrab disapa Wawan ini.

Cakahim nomor urut dua yaitu Laurentius Nicholas Rodriques berpendapat bahwa untuk mengatasi rasa keengganan menggunakan SC Teknik tersebut, yang bisa dilakukan adalah meningkatkan intensitas kita untuk berkumpul dan berkomunikasi antar sesama.

Selain itu, menurutnya perlu ada program kerja yang melibatkan kedua jurusan tersebut. “Perlu diadakannya acara untuk menyinergikan antara mahasiswa Sipil dan mahasiswa Arsitektur agar terjalin komunikasi yang baik,” jelasnya.

Cakahim nomor urut terakhir mengatakan bahwa mengenai fenomena ruang komunal ini telah ia tanggulangi melalui program kerjanya, yaitu memperbanyak NBA (Nongkrong Bareng Arsitektur) agar tercipta kondisi dan keadaan yang membangun budaya bersama untuk menggunakan SC Teknik.

“Karena yang bisa kita lihat di fenomena ini adalah pola pikir dari tiap-tiap mahasiswa. Yang seharusnya SC ini adalah SC Teknik, tapi dipandang sebagai SC Sipil,” ungkap Virell.

Acara debat Cakahim program studi arsitektur ini sendiri berlangsung untuk memenuhi masa kampaye Pemilihan Umum Persatuan Mahasiswa (PUPM) Unpar dan diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) jurusan Arsitektur. Debat Cakahim ini dibagi menjadi 3 sesi yaitu sesi pertama pemaparan visi dan misi, sesi kedua adalah studi kasus, dan sesi ketiga merupakan sesi tanya jawab dan debat.

FIQIH RIZKITA

 

 

Related posts

*

*

Top