Dari Sepakbola ke Bilik Suara

(dari kiri ke kanan) Capresma Yopi Handi & Cawapresma Giovanni Kalangie (dok MP/Rara Sekar)

Stoppress (22 April  2010) Bandung – Berlatarbelakang aktif di UKM Sepakbola, Yopi merasa LKM terlalu eksklusif. Ia dan Giovanni maju sebagai salah satu pasangan Capres-Cawapres pada PUPM kali ini.  Program apa yang mereka tawarkan dan bagaimana kansnya?

Yopi Handi Hidayat tampak letih, ia meneguk sedikit kopi susu, lalu mengajak SP ke salah satu kamar, “Disini ajalah, biar ga berisik..” katanya mempersilahkan. Pasangan Wapresnya pada PUPM, Giovanni, yang lebih akrab disapa Ivan, mengikuti tak lama kemudian, dan langsung merebahkan badannya di kasur. “Kita ngobrol santai aja, kan?“ SP mengiyakan.

Diluar kamar, Tim Sukses mereka berdua masih asyik berdiskusi soal strategi debat yang akan dilancarkan besok. “Ini fase krusial..” cetus salah satu anggota tim sukses, ketika SP baru saja tiba di kontrakkan daerah Bukit Sastra tersebut.

Memang, pada debatlah akhirnya konsep kedua calon bisa dipertemukan. Dimana sebelumnya pada saat orasi, visi dan misi para calon hanya didengar terpisah. “Ini sangat menentukan..” Yopi menambahkan, turut menyadari apa yang dipertaruhkan besok.

Ia mengawali dari sepakbola. Mahasiswa HI angkatan 2007 ini memang aktif di UKM sepakbola.

Ia sempat mewakili Unpar pada Liga Mahasiswa Jawa Barat pada 2008, dan sempat memenangkan beberapa kejuaraan, seperti LIGANI (futsal), dan Rektor Cup. Sesuatu yang menurutnya membanggakan, sekaligus ironis. “ Gue merasa cinta dan bangga saat bermain diluar, mewakili Unpar namun entah kenapa setiap berada di Unpar itu sendiri, ga lagi seperti itu..”

Eksklusifitas adalah istilah yang digarisbawahi pria kelahiran Bukittinggi 21 tahun yang lalu ini, bahkan ia sendiri mengaku sempat enggan untuk berpartisipasi pada kegiatan himpunan, fakultas dan lain-lain. Kalaupun turut serta ia memilih menjadi staff saja.

“Orang yang ikut itu-itu saja..”. “ Gue juga awal kuliah pengennya kalo kelar kuliah, ya langsung pulang aja..” Ivan, mahasiswa Hukum 2007 itu ikut menambahkan.

Yopi merasa ada yang perlu dibenahi, “Ada yang mau gue rubah, entah itu publikasinya..agar semua mahasiswa bisa ikut serta (dalam kegiatan)…”

Ia berdiskusi dengan teman-teman sesama UKM sepakbolanya, yang juga turut mendukung niatnya mencalonkan diri. “ Yaudah gue maju..” Yopi tak buang waktu, ia segera berkeliling Unpar, mencari teman diskusi, menanyakan pendapat dan memperluas relasi.

“Gue ditawarin sama temen gue, dia bilang “lo mau ga maju sama dia (maksudnya Yopi)” Tutur Ivan mengingat awal mula ia bisa berkolaborasi dengan Yopi sebagai pasangan Capres-Cawapres.

Butuh waktu kurang lebih 2 hari sebelum Ivan bisa mengambil keputusan, bahwa dia bersedia ikut sebagai Cawapres PUPM 2010. Ivan pun merasakan hal yang sama dengan Yopi, LKM harus dibenahi”

Semuanya hampir mendadak, tidak ada perencanaan jauh-jauh hari..” Jelas Yopi perihal proses kolaborasi mereka berdua.

Visi dan Misi dirancang. Mereka mengusung diri sebagai “ Pelopor pembaharuan kegiatan komunikasi dan informasi”. Inilah yang akan dikedepankan sebagai sarana pemberdayaan mahasiswa, yang dirasanya dulu kurang tersalurkan oleh LKM.

“Menerapkan dan mengutamakan musyawarah mufakat dalam setiap pengambilan keputusan agar mendapatkan hasil yang dikehendaki bersama..” katanya.

Yopi membacakan visinya lebih lanjut didepan SP. “Kami ingin menjadikan LKM sebagai fasilitator kegiatan mahasiswa..” LKM sebagai fasilitator disini adalah LKM yang netral, dimana dijelaskan Ivan kemudian. “Memang kami dipilih mahasiswa, tapi netral kami pilih karena LKM pun harus menyadari adanya pihak yang lebih berwewenang (rektorat-red)” tambahnya lagi, menanggapi pendapat orang mengenai LKM yang harus membela para pemilihnya, mahasiswa.

Kondisi luar kamar semakin seru, diskusi dan debat nampaknya belum usai. Tak bisa dipungkiri, lawan mereka memiliki kans yang besar untuk bisa memenangkan kompetisi.

Hans Hendy berasal dari Jurusan Teknik Sipil, dimana mitos yang selalu terulang dalam PUPM adalah “Siapapun yang didukung Sipil, ia menang”, melihat pengalaman setidaknya empat pemilu Capresma lalu, mitos ini hampir menjadi rumus pasti.

Tak hanya berhenti disana, Tanius Sebastian, Cawapres Hans, berasal dari Hukum. Ini notabene akan memecah dukungan Hukum. Persoalan terakhir adalah Yopi, yang masih dianggap kurang dikenal, bahkan di FISIP, fakultasnya sendiri.

Yopi mengakui permasalahan-permasalahan tersebut, tetapi ia merasa modal yang dimilikinya pun tak kalah baik, “Modal gue adalah kepercayaan, selama kiprah gue dalam organisasi, gue selalu melaksanakan tanggung jawab gue dengan baik. Kita pun harus selalu optimis. Lagipula gue selalu berteman dengan segala golongan”.

Ivan menyanggah pecahnya suara hukum akhirnya akan kembali pada persoalan partai. “ gue pun ga pernah jadi seorang yang fanatis soal (Partai) ini..Berteman ya berteman aja..”

Yopi Handi Hidayat tampak letih, ketika SP bercanda – bergaya seperti rubrik profil Bobo – menanyakan pesan-pesan untuk pembaca, ia berpikir sejenak.

“ Yang menang pasti yang terbaik.. dan Coblos Nomor 1 !!!! “ katanya sambil terkekeh. SP pamit kepada para calon, dan berjalan melewati ruang tamu yang masih penuh sesak, seperti sebelum wawancara. Debat dan diskusi belum menunjukkan tanda akan segera berhenti.     (Mirza Fahmi)

Related posts

*

*

Top