Danger dan Bioree Gugat KPU-PM Unpar

STOPPRESS MP, UNPAR – Jumat, 26 April 2013, segenap tim sukses David Christian dan Biovan Sandov, peserta pemilihan presiden mahasiswa Unpar 2013 mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) di sekretariat MPM guna melayangkan beberapa gugatan terkait pelaksanaan PUPM yang dianggapnya mengalami ketidakkonsistenan dalam penataan peraturan yang ada.

David Christian, salah satu peserta Pilpres sekaligus penggugat menjelaskan bahwa aksi tersebut didasari anggapan bahwa pihak KPU tidak mengimplementasikan peraturan yang telah dibuat sendiri. “Kita merasa ada keganjilan dalam KPU, berbagai kerusakan sistem, dan lain-lain. Dari situ kita jabarkan dalam dua puluh satu poin dan tiga poin gugatan. Dalam pertemuan itu saya merasa ada yang perlu diluruskan, karena gak baik buat KPU dan MPM untuk ke depannya”, terang mahasiswa jurusan HI tersebut ketika ditemui MP.

David mengaku merasakan adanya keganjilan tersebut sejak masih berstatus kandidat. “Ada beberapa poin gugatan yang dimaksudkan sejak sebelum fit and proper test, sampai saat pelaksanaan pemilu sendiri”, kata mahasiswa angkatan 2010 tersebut. Ketidakkonsistenan, sebagaimana yang david rasakan, dianggapnya berpengaruh buruk terhadap kinerja kampanyenya, serta menaruh curiga diantara tiap timses akan netralitas KPU. “Gampang aja, waktu di (fakultas) ekonomi pada voting, rahasianya ga terejaga, orang bisa mudah ngeliat siapa aja yang dipilih”, kata David menjabarkan salah satu kelalaian KPU.

Gugatan seperti yang dijelaskan diatas berisi 21 poin posita dan 3 poin gugatan. Beberapa permasalahan yang dikemukakan dalam posita antara lain membahas ketidakjelasan alasan penggantian sistem pemilihan secara manual menjadi E-Vote dan ketiadaan forum diskusi terkait penentuan sistem Pemilu yang dipakai. Adapun ketiga gugatan yang disampaikan adalah sebagai berikut:

  • Dengan ini kami menolak menandatangani Berita Acara Pemilihan Umum Persatuan Mahasiswa 2013 khususnya menandatangani sahnya suara kandidat Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa 2013. Keputusan ini diambil karena terjadi banyak kejanggalan-kejanggalan yang merugikan kami, yang harusnya bisa dipertanggungjawabkan oleh pihak penyelenggaran Pemilihan Umum Persatuan Mahasiswa 2013.
  • Dengan ini kami menuntut hak kami untuk diadakannya penyelidikan dan pertanggungjawaban yang dijelaskan sejelas-jelasnya perihal tata cara pemungutan suara yang tidak sesuai seperti dengan yang dijanjikan oleh pihak KPU Pemilihan Umum Persatuan Mahasiswa 2013.
  • Dengan ini kami menuntut adanya Forum komunikasi yang terbuka dan secepatnya dengan disaksikannya oleh elemen Persatuan Mahasiswa UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN  dan masyarakat UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN untuk memberikan keterangan sejelas-jelasnya dan pertanggungjawaban atas hasil Pemilihan Umum Persatuan Mahasiswa 2013.

(Bajik Assora)

Related posts

*

*

Top