Dampak Hepatitis A serang Mahasiswa, Tempat Makan Sepi Pengunjung.

STOPPRESS, UNPAR – Kamis (27/10) Penyakit hepatitis A yang menyerang puluhan mahasiswa UNPAR membuat Sejumlah tempat makan di sekitar UNPAR terlihat sepi.

Warung Gemboel misalnya, yang biasanya selalu ramai dikunjungi mahasiswa pada siang dan tengah malam terlihat sepi pada rabu malam (27/10).“Biasanya habis magrib selalu ramai, sampai tidak sempat untuk shalat,” ujar Aep salah satu penjaga Gemboel. Menurut Aep pula, sepinya Gemboel bermula dari awal bulan oktober. ”Sepi terasa sekali pada setelah UTS, penurunan pembeli terasa sangat signifikan,” Ucap Aep lagi.

Selain Warung Gemboel, Ayam penyet kabita pun merasa ada penurunan pembeli yang sangat besar. Menurut Sri, pemilik Ayam Penyet Kabita, penurunan pembeli sudah terasa dari awal bulan Oktober. “Biasanya keuntungan bisa 2 kali lipat, tapi sekarang untuk balik modal saja sudah sulit,” ujar Sri.

Ketika kedua pedagang tersebut ditanya mengenai isu Hepatitis yang menyerang UNPAR, mereka megaku mengetahui isu tersebut.“Saya tahu banyak mahasiswa UNPAR yang sakit hepatitis. Mereka mengheluh sakit setelah makan dari arah belakang rancabentang, tapi tidak tau jelasnya makan dimana.” Tambah Aep.

Sari dewi (19) seorang mahasiswi FISIP mengaku sangat berhati-hati dalam memilih makanan. “Saya menghindari makan di Gemboel, Pa Moes, Warteg, dan Kaki lima, karena kebersihanya tidak terjamin dan takut mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan,” ujarnya.

Menurutnya, makanan di sekitar UNPAR banyak yang tidak sehat. “Sangat sulit mencari makanan sehat di UNPAR yang terjamin kebersihan dan kesehatanya, kebanyakan makanan dibuat sekedarnya tanpa jelas apakah dapur yang digunakan bersih atau tidak,” tambahnya. Ia juga mengharapkan tindakan dari pihak universitas mengenai penyakit yang semakin lama semakin banyak penderitanya.

”Sepertinya perlu seminar atau penyuluhan yang diselenggarakan universitas bagi mahasiswa dan para penjual makanan yang ada di Ciumbuleuit. Supaya kasus hepatitis ini bisa segera berakhir pula,” tutupnya.

(Emmanuella Kania Mamonto / Banyubening)

Related posts

*

*

Top