[Cerpen] Radiasi Termal

Ilustrasi Radiasi Termal - Who's Hands Are Warmer. Dok/ National Geographic Ilustrasi Radiasi Termal - Who's Hands Are Warmer. Dok/ National Geographic

Tadi malam dingin. Sekarang sudah pagi dan saya tidak bisa melihat kamu dengan jelas. Saya juga tidak bisa merasakan tekstur ranjang hijau ini. Kamu menyiram tanaman-tanaman pot di taman loteng rumahmu. Rambutmu jadi tidak begitu hitam di bawah sinar matahari pagi.

Ini hari ke tiga kamu lupa menyiram pohon dalam pot biru muda di ujung taman. Sepertinya karena kamu lupa ada pohon di sana. Padahal, dulu kamu tanam sendiri. Kamu selalu lebih suka membeli bibit ketimbang tanaman jadi. Untung saja kamu bertangan dingin, apa pun yang kamu tanam tumbuh.

Tetiba kamu berhenti menyiram tanaman, lantas meletakkan selang air begitu saja. Kamu berlari dengan tergesa, sepertinya karena ada tamu di luar. Kamu begitu bersemangat sampai lupa mematikan keran. Tidak apa-apa, sepertinya sebentar lagi tamu akan pulang, kamu akan kembali ke sini, mematikan keran dan mengepel lantai.

Anehnya, jusru kemungkinan terburuk yang terjadi. Tamu tidak pulang dan kamu tidak kembali ke ruangan ini. Lantai bawah banjir tawa. Kamu lupa selamanya. Padahal banjir air di sini sudah setinggi mata kakimu.

Saya panik sendirian.

Tik.

Kamu tidak tahu di mana saya, lantas saya dingin semalaman.

***

Tadi malam dingin. Sekarang sudah pagi,

 

 

dan saya tidak bisa melihat kamu dengan jelas,

5 Februari 2017, Livia Halim*

 

*Penulis adalah mahasiswa Fakultas Hukum 2014.

 

 

Related posts

*

*

Top