Opini articles

Eksistensi Radio di Zaman Digital

Eksistensi Radio di Zaman Digital

Radio Republik Indonesia (RRI) yang berdiri tanggal 11 September 1945 telah memasuki usia yang ke-73 pada tahun ini. Hari lahir RRI inilah yang dirayakan sebagai hari RRI nasional. Dalam rangka memperingati hari RRI nasional, UKM Unpar Radio Station mengirimkan pendapat mereka tentang eksistensi radio di zaman digital.   Radio di masa kini itu eksistensinya mulai tergeserkan

Munir, Cahaya Yang Tak Pernah Padam

Mereka berebut kuasa, mereka menenteng senjata, mereka menembak rakyat, kemudian mereka bersembunyi di balik ketek kekuasaan. Apa kita biarkan mereka untuk gagah. Mereka gagal untuk gagah. Mereka hanya ganti baju, tapi dalam tubuh mereka adalah sebuah kehinaan. Sesuatu yang tidak bertanggung jawab. Sesuatu yang mereka bayar sampai titik manapun. Bagaimana seorang pahlawan mesti dikenang? Saya

14 Tahun Pembunuhan Munir

Dalam rangka memperingati 14 tahun pembunuhan Munir, Media Parahyangan menerima berbagai kontribusi dari para pembaca. Berikut ini adalah kiriman dari Nins, seorang mahasiswa Unpar yang mendiskripsikan dirinya dengan Rebel at Heart, Raise the Voice. Karya ini menekankan pada perjuangan Munir yang tetap akan kita ingat sebagai perjuangan melawan kekuasaan. Keberanian dan kegigihan Munir menjadi bahan bakar

Menanti Kedaluarsanya Janji Rezim di 14 Tahun Kematian Munir

Hari ini, 7 September 2018 menjadi pertanda bahwa suatu janji politik untuk menuntaskan kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di masa lalu bakal segera menjadi sebuah isapan jempol belaka. Meskipun peristiwa yang menimpa Munir Said Thalib tidak disebut dalam daftar program unggulan yang disuguhkan sebelum rezim berkuasa pada 2014 lalu, komitmen pemerintah untuk menghormati dan

Kita, Budak Yang Tidak Sadar Sedang Diperbudak

23 Agustus diperingati sebagai hari internasional untuk mengenang perdagangan budak dan penghapusannya. Sejarah yang panjang akan perdagangan budak di Haiti akhirnya berakhir pada 23 Agustus 1791 setelah masyarakat Haiti melakukan perlawanan. Untuk itulah setiap 23 Agustus dunia memperingati hari itu. Sejarah telah tercatat, namun perbudakan tidak bisa hilang begitu saja. Menurut laman freetheslaves.net, sekitar sepuluh

Mahasiswa Masih Melihat, Mendengarkan dan Mengingat: Kamu Mahasiswa?

Tulisan ini berawal dari kekecewaan terhadap penyelenggaraan Pemilihan Umum Persatuan Mahasiswa (PUPM) 2018. Terdapat fenomena yang menggelitik hingga terlahirnya tulisan dari hati seorang mahasiswa. Suatu upaya penerapan demokrasi yang malah menimbulkan tanya terhadap pengertian demokrasi itu sendiri. Dalam judul, melihat artinya sadar akan apa yang sedang terjadi. Mendengarkan artinya mau terbuka pada tingkat kepekaan yang

Teori Saja Tidak Cukup

Kampus itu lingkungan teoritis. Menjadi nyata sejauh masuk dalam lingkungan praktik. Pada titik inilah ada keseimbangan antara aspek teoritis di ruang kelas dan aspek praksis di ruang nyata bermasyarakat. Berpaling ke Marz Wera, ‘’Dunia intelektual adalah dunia yang dinamis. Ia tidak statis. Dunia intelektual tidak hanya bergerak dalam konsep belajar di ruang kelas, tetapi terus

Permohonan Maaf UKM Media Parahyangan Atas Poster Diskusi “Great Unpar in Great Danger?”

Kami, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Media Parahyangan menyampaikan permohonan maaf atas pencantuman nama pihak Keuskupan Bandung, Yayasan Unpar, Rektorat Unpar, Senat Universitas, PM Unpar, dan Civitas Akademika Unpar dalam poster diskusi “Great Unpar in Great Danger?”. Adapun frasa “turut mengundang” dalam poster adalah kami selaku penyelenggara turut atau telah mengundang juga pihak terkait untuk datang

Editorial: Pelecehan Seksual, Hal Merendahkan yang Diremehkan

Insiden yang terjadi antara petugas parkir dan seorang mahasiswa di parkir valet B2 gedung 9 pada Jumat (17/11) lalu menjadi suatu hal yang menggegerkan di kalangan mahasiswa Unpar. Pasalnya, semenjak keterangan yang diberikan oleh korban, ada beberapa orang juga yang mengklaim pernah merasakan kejadian yang sama. Ini berakhir dengan XR, petugas valet B2 Gedung 9

Editorial Media Parahyangan #daruratdemokrasi

Editorial : Penyerbuan Gedung YLBHI, Suatu Ancaman Terhadap Ruang Publik

EDITORIAL, MP – Sabtu (16/9) lalu, pembubaran acara seminar sejarah dengan tema “Pengungkapan Kebenaran Sejarah” yang digelar di gedung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) menambah daftar panjang pembubaran acara-acara seputar peristiwa 1965/66. Tidak hanya dibubarkan, polisi diketahui merangsek masuk hingga hampir membawa satu unit laptop milik panitia dan menghalang-halangi para peserta seminar untuk masuk.

Top