Fiksi articles

Ilustrasi Radiasi Termal - Who's Hands Are Warmer. Dok/ National Geographic

[Cerpen] Radiasi Termal

[Cerpen] Radiasi Termal




Tadi malam dingin. Sekarang sudah pagi dan saya tidak bisa melihat kamu dengan jelas. Saya juga tidak bisa merasakan tekstur ranjang hijau ini. Kamu menyiram tanaman-tanaman pot di taman loteng rumahmu. Rambutmu jadi tidak begitu hitam di bawah sinar matahari pagi. Ini hari ke tiga kamu lupa menyiram pohon dalam pot biru muda di ujung






Ilustrasi Pena. Dok Podio/MP

[Cerpen] Pena Tanpa Tinta




  Aku rasa sekarang sekolah hanya sekedar tempat bagi para guru untuk mencari uang, ketika mengajar, mereka hanya membawa buku atau laptop dan membacakan ulang setiap kata yang ada didalamnya. Jika menjadi guru hanya sedangkal itu, bagaimana dengan murid yang diajarnya? Mungkin mereka terlalu sibuk untuk memikirkan besok makan dengan apa, dibanding memikirkan apa yang akan






Ilustrasi Human Rain, Cloud. Dok/Kazuya-Akimoto/MP

Arwah Bapak untuk Adinda (Bagian 2 – TAMAT)




Aku memiliki dua sahabat, kami berteman sudah dari SD. Kedua sahabatku bernama Amira dan Mutia. Kami apa adanya, persahabatan kami cukup aneh, kami bersahabat namun selalu merasa geli saat saling memuji satu sama lain. Kami lebih sering saling mengejek, namun kami masing-masing mengetahui bahwa ejekan itu adalah pujian yang tersembunyi. Menginjak usia remaja, persahabatan kami






Ilustrasi Human Rain, Cloud. Dok/Kazuya-Akimoto/MP

Arwah Bapak untuk Adinda (Bagian 1)




Kristiana Devina, Hukum 2013 Semilir angin mengantarkan aroma melati yang menusuk dari ruang tamu. Beberapa orang terlihat sedang bercengkrama serius, pemandanganku tak terlepas dari hampir separuh orang yang diselimuti mata bengkak akibat menangis. Aku dan kakak-kakakku pun begitu, Luna, kakak pertamaku tak berhenti histeris memandang bapak yang terbujur kaku. Ia tampak sangat gagah dan manis






Ilustrasi Lubang Hitam, Ruang, dan Waktu. Dok/Pinterest/TEDX

[Fiksi] Bagian Ruang Waktu




Sebelum membuang semuanya, kamu sekali lagi membuka kantong sampah yang kamu bawa jauh-jauh ke sini. Ada gaun merah muda berenda yang kamu pakai hampir setiap hari saat kecil dulu. Berkali-kali ibu mengingatkan kamu pakai baju yang lain saja, gaun itu perlu dicuci. Tapi kamu memaksa pakai. Ada pita hitam besar yang selalu kamu pasang di






Ilustrasi penguasaan lahan. Dok/ wordpress.clarku.edu

[Cerpen] Gagal Panen




Aku berdiri di tengah ribuan bahkan jutaan hijau membentang luas disekitarku. Tiupan angin santai menerpa, dan aku mengikuti irama lembutnya secara bersamaan.terombang-ambing ke samping secara bersamaan. Saat panen tiba, tak lama alih, penerus panen juga panen dengan cepat. Di luasnya sawah aku tidak berguna tanpa yang lainnya. Tapi kali ini aku berada di tempat yang






Ilustrasi selimut malam cerpen. Dok/ favim.com

[Cerpen] Batu Berselimut Tebal




“Jadi, Manusia. Ada yang bilang kamu kerap memadankan rasa dengan bulan dan laut. Ada yang bilang kamu kerap berucap pada bulan selagi menanti. Manusia, biar saya beri tahu faktanya, kamu jangan tersinggung. Laut tidak mengagumi bulan. Kamu mengagumi, tapi bukan bulan. Manusia, bulan bukan telepon kaleng yang dihubungkan dengan benang. Bulan tidak menyampaikan pesanmu. Kamu






artwork by Robin

Suara yang Tidak Didengar




Oleh:  Gregorius Sanpai Jangan sampai kacang lupa kulit. Kami tidak meminta banyak dari anda, apa yang anda miliki, kami hanya berharap Rawabogo selalu dihatimu. “Gorrys”, bila sukses nanti ingatlah selalu cerita Rawabogo. Saya merasa terharu mendengarkan kata-kata itu dari seorang tokoh masyarakat Rawabogo ketika berpamitan kepulangan kami. Raut wajahnya terlihat sedih tetapi bukan kesedihan yang mereka






Top