Fitur articles

Mengenang G30S

[Puisi] Everythings Are Depend On The Circumstances

[Puisi] Everythings Are Depend On The Circumstances

Let me ask you a question You seek salvation? Redemption? Sympathy? Or it is attention? A little bit late If someone put the dagger away Just to keep everything quiet Let him scream to death Are you scared? Did you hear death? Did you cheated death? – – – – We are all fucked anyway

[Puisi] Tolong

Tolong Kata apa itu? Tidak ada yang tau arti kata itu Tapi semua orang berseru Mereka, dia, kamu, dan aku   Tidak berarti? Tidak ada yang mengerti? Atau tidak ada yang peduli?   Berjuta kata tolong terucap Berjuta kali pula terabaikan   Menangis, berlari, bersembunyi Sambal berbisik “tolong kami” Penuh hara pada yang mengerti  

Mengenang G30S

[Cerpen] Memeluk Luka Selama 636 Sentimeter

Luana lebih suka memeluk Luka erat-erat. Baginya membangun jeruji bagi Luka secara paksa dengan bantuan detakan jarum kecil pada arloji dan robekan lembaran-lembaran penanggalan, kelak hanya membuat Luka beralih bentuk menjadi infeksi. Karenanya, menahun Luana enggan menghitung hari-hari. “Rambutmu sudah terlampau panjang,” ujar Luka padanya. Luana mengangguk. “Mengingat imajimu tentang hitungan hari yang tak lagi

suasana konser PSM O Sapientia: A Voyage to Baltic Sea Competition

Satu Langkah Menuju Latvia oleh PSM

Lampu dimatikan. Semua penonton duduk tegak, mata mereka fokus menatap lurus ke arah panggung. Puluhan pasang mata menggiring langkah para penyanyi yang satu per satu masuk ke panggung. Ivan Yohan, sang konduktor, melangkah masuk dengan mantap tanpa cela. Begitu tiba di depan penonton, beliau membungkukkan badan dan berputar menghadap tiga baris paduan suara yang sudah

Klab Menulis : Rokok

Berikut 2 tulisan yang terpilih untuk tampil di website MP saat Klab Menulis edisi 31 Agustus 2018. Tema yang dipilih kali ini adalah “Rokok”.   Hidup untuk Nikotin Pelepasan dari Realita Kesenangan sementara Menunggu imbas yang akan datang Bagaikan janji-janji pemegang kuasa Akankan kami berjalan seperti ini selamanya oleh Daniel Victor Suwito, Arsitektur 2016   Kamu suka apa?

Klab Menulis : Stiker

Berikut 2 tulisan yang terpilih untuk tampil di website MP saat Klab Menulis edisi 31 Agustus 2018. Tema yang dipilih kali ini adalah “Stiker”.   Sana-sini nempel Lengket! Sana-sini nempel Merekat!   Serupa nama Serupa tindakan Semua menilai Semua menjadi-jadi Susah hilang karena sudah ditempel Oleh –   Pada saat yang sama kumpulan stiker di mejanya bertambah satu

Lady Bird : Kisah Pendewasaan Remaja yang Sarat Makna Keluarga

Lady Bird merupakan film pertama Greta Gerwig sebagai sutradara sekaligus penulis. Film ini mendapatkan berbagai pujian di mana-mana. Di situs agregator Rotten Tomatoes, Lady Bird mendapatkan rating 99% (bahkan sempat menggeser Toy Story 2). Tak lupa ia mendapat 5 nominasi di ajang Oscar, termasuk kategori Best Picture. Cukup luar biasa untuk sebuah film bertemakan coming

Memetik Daun, di Kebun Teh Berkabut Hutang

FEATURE, MP – Mahasiswa yang tinggal di kota seperti kita terkadang perlu mencoba hidup dengan kondisi yang bertolak belakang, seperti tinggal di desa. Gladi sosial, kegiatan dari Lembaga Pengembangan Humaniora (LPH) menjadi salah satu wadah untuk mahasiswa merasakan apa yang selama ini tidak mereka rasakan. Salah satu lokasi gladi sosial terletak di desa Warnasari, Pangalengan.

Perjuangan Sosok Marlina Mencari Keadilan Di Tengah Rentannya Perempuan

Film dimulai dengan dataran sabana pulau Sumba yang luas dan jauh dari peradaban modern di Jawa. Nada lagu bernuansa koboi mengiringi jalannya cerita. Dari jauh kita dapat melihat seseorang datang mengendarai motor trail. Pengendara motor tersebut kemudian turun dari motornya. Sambil memegang parangnya, ia masuk ke dalam sebuah rumah tanpa minta izin. Kemudian, pengendara motor

Hanung Bramantyo dan Upaya Memanusiakan Kartini  

Semasa saya kecil dahulu, bagi saya Kartini adalah pahlawan Indonesia yang membosankan. Sepak terjangnya di buku sejarah saya tidak sekeren Cut Nyak Dien atau Martha Tiahahu yang berani pasang badan untuk melawan para tentara Belanda yang kejam. Namun seiring dengan bertambahnya usia dan meningkatnya kemampuan membaca saya, Kartini berubah menjadi sesosok perempuan yang sangat saya

Top