Calon MPM Hukum Independen: Saya Mau Pemilih Yang Objektif

Benedicta Frizka saat debat cakahim dan calon MPM di ruang 2305, Kamis (23/4). dok. Bobby Suryo Benedicta Frizka saat debat cakahim dan calon MPM di ruang 2305, Kamis (23/4). dok. Bobby Suryo

STOPPRESS MP, UNPAR – Calon Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) Hukum Independen mengharapkan tidak terjadi kecurangan dalam pemilu dan mahasiswa dapat memilih dengan objektif serta tidak mudah untuk didoktrin.  

“Di fakultas hukum secara spesifik naik sebagai calon independen adalah satu-satunya jalan biar gue bisa membuat fakultas hukum memilih berdasarkan kompetensi, karena apabila gue naik dari partai mereka tidak lihat itu,” ujar Benedicta Frizka (Hukum 2012) yang ditemui sesaat setelah acara debat selesai pada Kamis (23/04). Ia pun mengungkapkan harapannya agar mahasiswa hukum jangan mudah untuk didoktrin dan pemilu tahun ini tidak terjadi kecurangan. Mahasiswa dianjurkan untuk memilih yang kompeten dan memilih secara objektif.

Salah satu mahasiswa mengaku adanya calon independen ini merupakan angin segar bagi fakultas hukum. “Saya mengapresiasikan keberaniannya dan punya harapan untuk merevitalisasikan semua dan banyak yang harus diperbaiki dari kinerja MPM,” ujar Saida Rachel (Hukum 2013) saat dihubungi via Line seusai acara debat.

Dalam sambutannya di acara debat calon tersebut, Dekan Fakultas Hukum Bayu Seto mengaku bahwa pemilu fakultas hukum memang diangg fenomenal dan menganjurkan mahasiswa untuk berjalan di luar kepentingan. “Dari mana pun partai kalian, semoga tetap menomor satu kan fakultas hukum,” katanya.

Acara debat Fakultas Hukum ini berlangsung cukup alot dengan pembatasan kuota penonton. Diselenggarakan di Ruang 2305 dan berlangsung pada Kamis (23/04). Acara ini dihadiri oleh Dekanat, dosen, Ketua Himpunan Ilmu Studi Hukum, Ketua MPM , calon tunggal ketua himpunan serta lima calon MPM. (Dekanat Hukum Kembali Batasi Jumlah Penonton Debat Cakahim dan Calon MPM)

KRISTIANA DEVINA

Related posts

One Comment;

  1. krisrijanto said:

    Saya ingin bertanya beberapa hal dan saya harap anda menjawabnya dengan logika?
    1. Apakah bedanya independent dengan merah dengan biru? Ini hanya berbeda nama saja bukan? Seperti dahulu ada namanya Persatuan dalam hukum (padu)?

    2. Mengapa anda menyoroti hanya 1 kandidat ini saja? Mengapa tidak ada kandidat dari merah atau biru? Apakah ini salah satu promosi?

*

*

Top