Calon Kandidat Pemilu Tidak Akan Menuntut Pelaku Pencoretan Spanduk

STOPPRESS - Pencoretan Spanduk

STOPPRESS MP, UNPAR – Terkait masalah pencoretan spanduk yang menimpa 2 calon yang ikut dalam PU-PM Unpar tahun ini, yaitu pasangan capresma dan cawapresma Ohim-Cilla serta cakahim ilmu Hubungan Internasional Timothy Ariel Wijaya, kedua pihak terkait mengaku akan memaafkan pelaku pencoretan.

Rizky Ramanda Renaldy selaku tim sukses Ohim-Cilla mengatakan bahwa pihaknya hanya menginginkan surat permohonan maaf secara tertulis dari pelaku pencoretan. “Kita sih dari pihak Ohim-Cilla tidak menuntut apa-apa, yang kita mau sebenarnya hanya  permintaan maaf secara tertulis dan bisa dipertemukan langsung dengan pelaku,” kata mahasiswa Hukum 2011 ini ketika ditemui pada hari Rabu (23/04) di Taman FISIP.

Rizky juga mengatakan bahwa tindakan seperti ini sudah termasuk tindakan melanggar hukum pidana dengan melecehkan seseorang di depan umum. Coretan dengan kata-kata dan gambar yang tidak senonoh menurutnya sudah menjatuhkan nama baik tim Ohim-Cilla.

Pencoretan pada spanduk kampanye pun menimpa calon ketua himpunan dari program studi Hubungan Internasional. Adalah Timothy Ariel Wijaya yang mendapatkan spanduknya dicoret dengan tulisan yang berbau rasis.

“Saya enggak habis pikir bahwa dalam ranah mahasiswa di Unpar masih ada kejadian seperti ini apalagi mencorat-coret hal yang tidak pantes dan mengandung unsur rasisme, tapi saya berusahah untuk memafkan siapapun pelakunya,” ucap Timothy yang ditemui Selasa (22/04) di Taman FISIP.

Pecoretan terjadi pada masa kampanye PU-PM Unpar. Atribut kampanye milik pasangan Ohim-Cilla dicoret-coret dengan kata dan gambar yang tidak senonoh. Sedangkan atribut milik Timothy Ariel Wijaya juga dicoret-coret dengan kata-kata yang mengandung unsur rasisme. Lokasi spanduk dari Ohim-Cilla dan Timothy yang dicoret berada di Letter T FISIP.

PUTU RADAR BAHUREKSO

 

Related posts

*

*

Top