Burhan Sholihin: “Kebiasaan Orang Dalam Mencari Informasi Telah Berubah”

STOPPRES MP, UNPAR – Redaktur Pelaksana harian cetak Koran Tempo, Burhan Sholihin, menganggap bahwa kebiasaan para penduduk di kota besar dalam mencari informasi dan mengakses berita telah mengalami pergeseran secara signifikan pada beberapa tahun terakhir. Hal ini diungkapkan beliau saat menjadi pembicara dalam sesi kedua seminar pada acara Festival Jurnalisme Warga: Kencangkan Suaramu! yang diadakan di Museum Nasional Jakarta (15/4) .

Beliau menekankan bahwa media mainstream dengan format cetak mulai ditinggalkan oleh masyarakat dan mulai beralih  ke media digital dalam bentuk website, ataupun berbagai jejaring sosial. Dalam kesempatan wawancara yang diberikan pada Media Parahyangan, alumni Institut Pertanian Bogor angkatan 1988 tersebut menjelaskan bagaimana penggunaan perangkat audiovisual elektronik, seperti PC tablet dan laptop membuat masyarakat perkotaan mulai meninggalkan koran cetak ataupun majalah.
“Jaman sekarang tiap orang bangun tidur pasti yang pertama kali dilakukan adalah buka handphone, sedangkan koran cetak baru dibaca tiap mulai sarapan”, jelas Burhan.

Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya menggunakan gadget, terutama tablet, sebagai pengganti utama koran dalam kehidupan sehari-hari. “Biasanya orang-orang baru baca koran secara penuh kalau mereka punya waktu lebih” terang beliau menanggapi beberapa pertanyaan yang diajukan.

Adapun pada sisi komersial, Burhan tidak mengkhawatirkan berkurangnya pemasukan akibat berpindahnya segmentasi pencarian informasi oleh para konsumen. “Kita (majalah Tempo – red.) mematok harga dari aplikasi tablet sehingga bisa menutupi kurangnya pemasukan dari iklan”.

Di sisi lain, Burhan membantah bahwa pesatnya pergeseran pasar dari media cetak menuju media digital menyebabkan kematian bagi perusahaan media cetak, namun hanya memberikan stagnasi atau pengurangan jumlah pemasukan secara berkala. “Kita bisa lihat perkembangan radio yang tidak mati begitu saja dengan hadirnya televisi sebagai kompetitor” terang Burhan dengan memberikan analogi.

Dalam acara seminar dan lokakarya yang diselenggarakan selama dua hari mulai dari Sabtu (14/4) sampai dengan Minggu (15/4) tersebut, Burhan bersama wartawan senior Tempo Wicaksono menjadi narasumber utama dalam seminar bertema ‘Optimalisasi Sosial Media’ yang diselenggarakan dari pukul 10.30 pagi hingga 12.00 siang.

(Bajik Assora/Risa Efriani)

Related posts

*

*

Top