Biaya Satuan Kredit Semester Unpar Diturunkan

STOPPRESS – Persentase kenaikan biaya Satuan Kredit Semester (SKS) Unpar yang semula 10% akan turun menjadi 6%. Penurunan dimulai pada tahun ajaran 2011/2012.

Rektor Unpar Cecilia Lauw Giok Swan menjelaskan kenaikan SKS sebanyak 6% akan dikenakan di semester ganjil dan bebas kenaikan pada semester genap, “Artinya ada 1% kenaikan di semester ganji terhadap harga sks. Namun mahasiswa tidak dikenakan kenaikan SKS lagi di semester genap,” ujar Cecilia.

Alasan utama dari penurunan presentase kenaikan biaya SKS menurut Cecilia adalah meningkatnya jumlah mahasiswa baru selama 4 tahun terakhir, “Universitas sudah dapat memenuhi penyelenggaraan fasilitas dan pelayanan untuk mahasiswa,” tambah Cecilia. Selain itu lanjut Cecilia, penurunan presentase kenaikan biaya SKS tidak akan mempengaruhi karyawan, “Selain menguntungkan mahasiswa, pihak karyawan tetap akan mendapat kenaikan gaji per tahunnya,” kata Cecilia.

Mahasiswa sedikit terkejut dengan penurunan presentase kenaikan biaya SKS,  seperti yang dilontarkan Ananda Areta, mahasiswi Teknik Industri angkatan 2008, “Heran mengapa gak dari dulu turunnya. Jangan sampe karena biaya turun, fasilitas juga ikut turun,” ujar Ananda. Senada dengan Ananda, Noah Paat mahasiswa Hukum angkatan 2010 tidak ingin penurunan presentasi kenaikan biaya SKS dijadikan alasan untuk tidak memperbaiki fasilitas, “Banyak permasalahan seperti PRS yang masih kacau, Perpustakaan yang tutup cepat, dan lain-lain. Jangan karena ada kebijakan itu permasalahan tidak diperbaiki dengan alasan uang tidak ada,” jelas Noah.

Audiary Rifayani mahasiswi Ekonomi Studi Pembangunan angkatan 2008 berkomentar sedikit lain, “Kurang terasa kalau cuma turun 4%. Kalau bisa gak usah naik-naik, turun bakal lebih bagus,” Audiary juga menambahkan jika biaya SKS terus dinaikkan, dana pembangunan sebaiknya dihapuskan, “Kalau sks mau naik terus, dana pembangunan tiadakan saja, itu keterlaluan. Kecuali fasilitas dibenahi. Hak dan kewajiban mahasiswa selama ini gak sebanding,” tutup Audiary. (Banyubening Prieta, Emmanuella Kania Mamonto)

Related posts

*

*

Top