Beberapa Materi Tidak Diajarkan Saat Kuliah, Mahasiswa Teknik Industri UNPAR Juarai Kompetisi Rekayasa Kualitas Tingkat Nasional

TIM Kompetisi Rekayasa Kualitas Tingkat Nasional V ketika disematkan sebagai juara 1 dok./TIMjuaraTI TIM Kompetisi Rekayasa Kualitas Tingkat Nasional V ketika disematkan sebagai juara 1 dok./TIMjuaraTI

STOPPRESS, MP – Tiga mahasiswa Teknik Industri Universitas Katolik Parahyangan (TI Unpar) kembali menorehkan prestasi. Stefanus Ivan Laksono (TI 2014), Wimara Handani (TI 2014), dan Kadima Lukas TI 2014) berhasil menjuarai Kompetisi Rekayasa Kualitas Tingkat Nasional V yang digelar oleh Universitas Trisakti di Jakarta dan mengalahkan peserta dari berbagai universitas di Indonesia meski beberapa materi yang dilombakan tidak diajarkan saat kuliah.

“Kita sering diskusi dan belajar bersama antar dua kelompok representatif Unpar, termasuk belajar menggunakan software yang tidak pernah digunakan di Unpar. Belajar cara penggunaannya, cara interpretasi data dengan software tersebut.” ujar Kadima Lukas (TI 2014) yang akrab dipanggil Kadima. Ia pun mengakui bahwa kompetisi tersebut sangatlah ketat, karena hanya satu tim Unpar yang dapat lolos ke babak final.

Kadima pun berpesan agar pembelajaran di TI UNPAR lebih up-to-date, “Kurikulum memang penting sebagai pedoman dalam pembelajaran, namun pada sisi lain ilmu pengetahuan terus berkembang,” ujarnya. Kadima menambahkan bahwa universitas harus dapat mengakomodir perkembangan ilmu pengetahuan yang ada sehingga tidak tertinggal dengan universitas-universitas yang lainnya.

Sebelumnya, Kadima juga sudah pernah mengikuti perlombaan ini pada tahun lalu bersama rekan timnya. Mereka juga berusaha semaksimal mungkin untuk menorehkan prestasi pada perlombaan tersebut namun belum meraih hasil maksimal. “Pengalaman tersebut menjadi motivasi kami untuk memenangi kompetisi ini pada kesempatan berikutnya,” lanjut Kadima.

Perlombaan yang dilaksanakan dalam 3 babak tersebut berupa soal pilihan ganda*, cerdas cermat, dan studi kasus. Penyaringan dari setiap babak sangat lah ketat, terlihat dari hanya satu dari dua tim UNPAR yang berhasil lolos hingga menuju babak final. Kompetisi rekayasa kualitas sendiri adalah perlombaan yang rutin diadakan tiap tahun oleh Departemen Teknik Industri Trisakti dan BKSTI (Bada Kerjasama Teknik Industri) yang memperlombakan aplikasi ilmu dasar Teknik Industri, yaitu ilmu stastitika dan penjaminan mutu.

 

BRENDA CYNTHIA| MATTHEW ADITH SAGITO | TANYA LEE NATHALIA

*Berita ini telah direvisi pada tanggal 24/11 pukul 22:07 dengan mengubah keterangan essay menjadi pilihan ganda

Related posts

*

*

Top