Bawaslu Tutup Kasus Pencoretan

STOPPRESS - Pencoretan Spanduk

STOPPRESS MP, UNPARBadan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menolak memberi tahu pelaku pencoretan spanduk Ohim-Cilla yang terjadi sebelum pemilihan Umum April lalu. Bawaslu beranggapan bahwa kasus tersebut sudah selesai dan ditutup atas kesepakatan kedua belah pihak.

“Kasusnya sudah diselesaikan dengan cara damai”, ujar Lucia Sandra selaku ketua Bawaslu saat ditemui MP di depan ruang Majelis Perwakilan Mahasiswa pada selasa (20/5). Sebelumnya Bawaslu telah mempertemukan pelaku dengan pasangan Ohim-Cilla dan Timothy. Permasalahan tersebut diakuinya telah selesai karena dari pihak Ohim-Cilla pun mengatakan tidak perlu lagi mengumbar dan menyebarluaskan nama pelaku .

Saat ditanya mengenai alasannya, Sandra mengatakan pihaknya menolak memberi tahu nama pelaku karena yang bersangkutan telah mendapatkan sanksi. Selain itu, pelaku juga telah memberikan permohonan maaf. Kedua belah pihak kemudian sepakat kasus ini tak lagi diumbar ke mahasiswa.

“Seharusnya memang engga perlu sampai diangkat karena baik ketua tim sukses Ohim dan Cilla sendiri sudah bersepakat untuk menutup kasus ini,” ujar Sandra.

Priscilla Junita Justian selaku wakil presiden mahasiswa Unpar periode 2014/2015 mengatakan bahwa dirinya dan Ohim memang telah memaafkan si pelaku. “Saya pribadi sudah memaafkan, tapi kalau untuk diungkit  atau tidak, juga karena ada tidaknya keadilan di sini, ya, mahasiswa bisa menilai sendiri,” ucap Cilla, sapaan akrab Priscilla ketika ditemui di depan sekretariat LKM, Kamis (22/05).

“Kita deal-nya waktu itu bukan menutupi kasus, tapi saling memaafkan dan dari pihak kita tidak ingin menuntut apa-apa lagi si pelaku,” katanya.  Cilla mengatakan tidak masalah jika memang  pihak Bawaslu menganggap kasus ini tidak harus diungkap lagi. “Mereka lebih berwenang mengenai masalah ini, kita sih enggak masalah.”

Kasus pencoretan ini terjadi pada masa kampanye PU-PM Unpar. Atribut kampanye milik pasangan Ohim-Cilla dicoret-coret dengan kata-kata yang tidak pantas. Selain milik pasangan kandidat tunggal Presiden dan wakil presiden mahasiswa, atribut kampanye lain yang ikut dicoret adalah milik Timothy Ariel Wijaya salah satu kandidat calon ketua himpunan HI. Spanduk milik Timothy dicoret dengan tulisan berbau SARA. Lokasi spanduk dari Ohim-Cilla dan Timothy yang dicoret berada di Letter T FISIP.

Sebelumnya, pihak KPU pernah menyatakan bahwa pelaku pencoretan beserta permohonan maafnya akan diumumkan dengan ditempel. Namun hingga kini, pengumuman tersebut tak pernah ada. Sebelumnya KPU juga telah mengindikasikan bahwa salah satu pelaku pencoretan adalah salah satu kandidat dalam Pemilu Unpar 2014.

LINTANG SETIANTI , ADYTIO NUGROHO

Related posts

*

*

Top