Banyak Pelanggaran Persulit Keamanan Parkir

“Minimal khususnya mahasiswa bisa teratur, yang biasanya ga ambil tiket itu sebaiknya dibiasakan untuk ambil tiket, dan masalahnya kebetulan mahasiswa kemarin yang hilang kendaraannya itu dia ga ambil tiket, nah berhubung tidak ambil tiket yah kita harus bagaimana lagi.” 

Hal tersebut diutarakan oleh Agris, selaku koorinator Secure Parking Unpar pada hari Rabu (24/8) saat dimintai keterangan mengenai diperketatnya parkir di Unpar. Sebelumnya sempat ramai dibicarakan adanya kehilangan motor yang parkir di Unpar, sehingga kini perparkiran menjadi lebih ketat. Agris mengatakan bahwa kendaraan yang parkir di Unpar menjadi tanggung jawab pihak Secure Parking, selama si pemilik kendaraan memiliki tiket sehingga saat terjadi kehilangan ada bukti bahwa kendaraan tersebut seharusnya menjadi tanggung jawab Secure Parking.

Nyatanya, selama ini jarang ada pemeriksaan tiket parkir dan banyak pengguna jasa parkir yang tidak mengambil tiket. “Rada kecewa sih soalnya baru ketat diperiksa tiket setelah ada motor hilang, emang kemana aja sebelum ada motor yang hilang? Malah sebelum ada motor hilang saya ga pernah diminta tunjukin tiket parkir” ucap Aldi Prima Putra (HI 2010) menanggapi perihal diperketatnya parkir di Unpar. Tidak hanya tiket, di tempat lain yang menggunakan jasa Secure Parking, pengguna kendaraan juga harus menunjukan STNK sebagai salah satu prosedurnya demi keamanan pengguna jasa Secure Parking.

“Jumlah petugas Secure Parking disini ada 23 orang, belum lagi ditambah petugas lain yang sebelumnya sudah bekerja di Unpar, mereka memiliki spot masing-masing yang bertugas mengatur dan mengawasi perparkiran di kampus ini” Agris menjelaskan. Banyak mahasiswa yang mengeluhkan susahnya parkir di Unpar. Sejak diberlakukannya Secure Parking di Unpar November 2008 silam, masalah perparkiran tak kunjung menemukan titik terang. Sistem valet yang lebih pantas disebut sistem “titip” kunci acapkali dikeluhkan para mahasiswa, yang keamanannya bisa dibilang kurang. Terkadang ada juga yang harus mengeluarkan biaya tambahan di tempat penitipan helm. Belum lagi lahan parkir yang sempit, yang menyebabkan banyak pengguna motor tidak mendapatkan lahan parkir yang layak, dan masih banyak keluhan lainnya yang belum terdengar.

Agris mengatakan bahwa jarang ada mahasiswa yang menyampaikan kritik dan saran atas kinerja para petugas Secure Parking. “Kalau mahasiswa merasa kurang nyaman ya sampaikan saja ke kami secara langsung, biar jelas dan tidak ada salah paham antara mahasiswa dan kami para petugas.” Tutup Agris.

Yusti Hasniyah

Related posts

One Comment;

  1. irfan said:

    Mengambil tiket itu bukan merugikan si pemarkir,akan tetapi itu untuk keamanan kendaraan si pemarkir…

*

*

Top