Badan Organisasi Kemahasiswaan Dapat Menjadi Alat dan Sarana Demokrasi

STOPPRESS MP, UNPAR – Badan organisasi kemahasiswaan harus dapat menjadi alat demokrasi yang menjadi sarana agar demokrasi dapat dilaksanakan. Hal itu diungkapkan oleh T.A. Legowo pada saat seminar Pemilihan Umum Persatuan Mahasiswa (PUPM) UNPAR di gedung rektorat lantai 1, Kamis (11/4).

“Hal itu dapat dilaksanakan jika baik pemimpin maupun mahasiswa dapat berkoordinasi dengan baik,” kata T.A Legowo, pengarang buku “Desain Baru Sistem Politik Indonesia”. Menurutnya, demokrasi dapat menjadi sarana yang memfasilitasi pengembangan kapasitas mahasiswa yang bebas dan kreatif.

Laurentius Tarpin, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, yang juga hadir di seminar tersebut, mengharapkan bahwa pemimpin yang kelak terpilih agar dapat mengakomodir kebutuhan dari mahasiswa UNPAR.

“Ketika kelak Anda terpilih, Anda harus bisa menjadi pemimpin yang bersedia untuk membantu para mahasiswa untuk berkembang, terutama dalam hal mengembangkan minat dan bakat di dalam organisasi. Kepemimpinan anda juga hanya akan berlangsung satu tahun, jadi anda harus bisa menentukan skala prioritas di program kerja anda”, kata Tarpin.

Bagi kedua pembicara diatas, tidak ada hasil akhir yang sempurna (output .red) dari demokrasi, melainkan proses yang berjalan dengan baik. Oleh karena itu, mekanisme pemilu yang dijalankan oleh tim PUPM diharapkan dapat mendorong proses pendemokrasian yang lebih baik di UNPAR.

Seminar yang berlangsung kurang lebih selama dua jam itu membahas mengenai “pesta demokrasi” yang akan berlangsung 22-23 April. Tiga kandidat Capres dan Cawapres UNPAR periode 2013/2014 juga hadir dalam seminar ini.

(Nadhila Renaldi/Adytio Nugroho)

 

 

 

 

Related posts

*

*

Top