Arief Sidharta: Perbaiki Cacat Hukum pada POK

STOPPRESS MP, UNPAR – Guru besar Fakultas Ilmu Hukum, Prof. Dr. Bernard Arief Sidharta S.H. menghimbau pihak yang berwenang dan berkewajiban (rektorat) untuk memperbaiki POK (Peraturan Organisasi Kemahasiswaan) yang cacat hukum.

Pernyataan beliau ini terkait dengan pendapat Prof. Dr. Johannes Gunawan tentang POK Unpar yang layak batal demi hukum. “Yang cacat hukum diperbaiki segera, yang tidak efektif harus diefektifkan,” ujarnya kepada MP, kamis (28/11).

“Pihak yang berwenang (rektorat) harus dihimbau untuk melaksanakan tugasnya. Mumpung kita lihat ini ada kekurangan, selesaikan sekarang,” tambahnya. POK dinilai layak batal demi hukum karena terdapat kesalahan pada dasar hukum dan konsiderans.

Selanjutnya beliau juga menambahkan bahwa cacatnya POK tidak bisa membuat peraturan tersebut dicabut begitu saja karena dapat menimbulkan kondisi yang kacau. “Ada prinsip dalam hukum, lebih baik ada peraturan yang tidak sempurna, ketimbang tanpa aturan sama sekali. Kalau ada aturan, kalaupun itu jelek, yang jelek itu akan bisa jadi fokus untuk diperbaiki. Kalau tanpa peraturan bisa terjadi kacau dan adu kekuatan” ujarnya.

Berita sebelumnya terkait POK yang layak untuk batal demi hukum bisa diakses di http://mediaparahyangan.com/batal-demi-hukum/2012/11/.

(Charlie Echon)

Related posts

One Comment;

  1. BYS said:

    Prof. Arief Shidarta, “Ada prinsip dalam hukum, lebih baik ada peraturan yang tidak sempurna, ketimbang tanpa aturan sama sekali. Kalau ada aturan, kalaupun itu jelek, yang jelek itu akan bisa jadi fokus untuk diperbaiki. Kalau tanpa peraturan bisa terjadi kacau dan adu kekuatan” .

    kita pilih adu kekuatan saja pak!!

*

*

Top