Arenst Andreas: Akreditasi Teknik Kimia Dipengaruhi Oleh Subjektivitas Asesor

Gedung Teknik Kimia. MP/ Vincent Fabian Gedung Teknik Kimia. MP/ Vincent Fabian

STOPPRESS MP, UNPAR – Arent Andreas selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Program Studi Teknik Kimia mengaku bahwa program Studi Teknik Kimia (TK) Unpar akan segera menjalankan akreditasi untuk menentukan akreditasi TK lima tahun ke depan. Arenst mengaku poin akreditasi TK yang saat ini adalah B sebenarnya sudah mendekati range A.

“Sebenarnya  untuk membicarakan tentang akreditasi, kita optimis bahwa tahun depan mungkin meningkat poinnya. Kemudia pertanyaannya peningkatan tersebut apakah cukup untuk menembus A atau tidak? Jadi kembali lagi kepada subjektivitas asesornya,” jelas Arenst Andreas saat ditemui di Gedung 10 Lt. 1, pada Senin (22/9) seusai mengajar Mata Kuliah Kimia Fisik.

Ia juga menambahkan bahwa ketika melakukan akreditasi, pembanding yang mereka (Tim Asesor.red) gunakan adalah departemen  atau perguruan tinggi tempat mereka mengajar sehingga tolak ukurnya menjadi kurang objektif.

Terkait pembanding itu, Arenst memberikan pandangannya, “Mungkin asesor yang bertugas mengakreditasi sudah senior atau sudah bergelar professor. Jadi, mereka sudah memiliki konsep bahwa TK itu seharusnya seperti ini dan itu. Misalnya, kalau tidak seperti TK di UI  tidak dapat diberi nilai A”

Namun, menurut data BAN-PT, tidak hanya UNPAR yang berkareditasikan B, melainkan TK di universitas swasta lainnya juga hanya mencapai B.

Selain itu juga ia menambahkan bahwa pada lima tahun terakhir, salah satu unsur yang dinilai kurang pada penilaian di akreditasi adalah soal hibah dana penelitian. Namun, ia mengatakan sekarang di TK Unpar sudah banyak dosen yang memperoleh dana penelitian dan jumlah jurnal penelitian dosen yang dipublikasikan juga sudah bertambah.

Menurut Hendro, mahasiswa TK 2013, “PTN itu sudah dipersiapkan dari awal lab dan berbagai fasilitas penunjanggnya sudah siap. Kalau di UNPAR itu dulu sempat mengalami keterbatasan ruang lab dan pengembangan TK-nya saja mencontoh TK PTN (ITB, Bandung).”

Asesor yang akan bertanggung jawab melakukan akreditasi tersebut didatangkan dari perguruan tinggi  negeri dan tidak seprovinsi. Perguruan tinggi negeri yang pernah menjadi asesor untuk TK Unpar di antaranya : ITS (Institut Teknologi Sepuluh November), UGM (Universitas Gajah Mada), dan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

VINCENT FABIAN THOMAS/ KRISTIANA DEVINA

Related posts

*

*

Top