Appassionato, PSM UNPAR Bawakan Konser Sepenuh Hati

Konser PSM UNPAR 10 November 2016 dengan tema Appassionato di Gereja Katerdal Bandung. Dok/PSM UNPAR Konser PSM UNPAR 10 November 2016 dengan tema Appassionato di Gereja Katerdal Bandung. Dok/PSM UNPAR

STOPPRESS MP, UNPAR  —Paduan Suara Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (PSM UNPAR)  menggelar konser tahunan di Gereja Katedral, Bandung, pada Kamis (10/11). PSM Unpar mengangkat tema ‘appassionato’ yang berarti passion dalam bahasa Itali. Dalam konser ini peserta paduan suara (chorister) dituntut untuk bernyanyi dengan lembut, hati, dan emosi lebih (deep emotion).

“Tema appassionato muncul karena saya menginginkan para penyanyi lebih mengeksplor hati emosionalnya lebih dalam lagi pada saat bernyanyi,” ujar Ega O. Azarya, konduktor konser PSM Unpar saat ditemui di akhir acara. Appassionato dalam istilah musik adalah ketika sang komposer ingin para chorister bernyanyi dengan emosi lebih.

Selama ini PSM Unpar terkenal dengan pilihan lagu-lagu yang memiliki tingkat kesulitan tinggi sedangkan ada hal lain selain mengejar teknik dan kualitas suara. “Kadang hal itu membuat kita lupa untuk bernyanyi dengan hati,” ujar Ega. Alvin Rivaldi (Hukum, 2014) selaku ketua panitia pun mengutarakan bahwa konser ini menuntut penyanyi untuk bernyanyi dengan lembut, dengan hati, dan memosisikan feeling penyanyi dengan lagu.

Konser diawali dengan padamnya lampu sedangkan lampu stage tetap menyala. Penonton hening ketika para penyanyi memasuki gereja dengan berbaris rapi. Penyanyi pria menggunakan setelan jas hitam dan penyanyi wanita menggunakan terusan pink putih. Beberapa lagu dinyanyikan diantara penonton, menurut Ega, hal ini bertujuan agar penonton lebih merasakan pengalaman musik.

Suasana konser PSM UNPAR Appassionato di Katerdal Bandung pada Kamis (10/11) lalu.

Suasana konser PSM UNPAR Appassionato di Katerdal Bandung pada Kamis (10/11) lalu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lagu-lagu yang dipilih juga mengharuskan penyanyi untuk menyanyi dengan hati. Menurut Ega, lagu-lagu rohani sangat mendukung untuk bernyanyi dari hati karena bernyanyi langsung untuk Tuhan. “Namun tidak semua lagu kontemporer sakral bisa menimbulkan efek appassionato,” kata Ega. Lagu-lagu yang keluar pada konser inilah yang menurut Ega bisa mewakili appassionato. Dalam beberapa lagu Ega dapat merasakan para penyanyi sungguh-sungguh bernyanyi dengan deep emotion.

Ega merasa cukup puas dengan konser ini. “Saya mengerti disini banyak anggota-anggota baru, jadi menurut saya  dengan seperti ini sudah lumayan,” ujar Ega. Walau tidak ada perbedaan signifikan dibagian teknis, konser ini cukup memuaskan bagi penonton. “Ternyata PSM Unpar beneran bagus, nggak cuma di berita-berita doang,” kata Jeremy Darmawan (Teknik Industri, 2016). Walaupun dalam latihan Ega merasa ada kesulitan dalam memunculkan passion dalam bernyanyi, akhirnya visi tersebut dapat terwujud dengan terus mengingatkan penyanyi agar menyanyi dengan hati.

Konser dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama dinyanyikan tiga lagu sedangkan sesi dua dinyanyikan delapan lagu. Di antara sesi satu dan dua ada jeda istirahat selama lima belas menit. Konser diakhiri dengan para penyanyi memberikan hormat dan diiringi tepuk tangan penonton.

Konser tahunan yang disiapkan sejak awal Agustus ini melibatkan mahasiswa Unpar lintas angkatan dan alumni Unpar. Konser ini merupakan konser pertama dari total dua pertunjukan. Menurut Alvin, banyak penikmat musik klasik di Jakarta sehingga PSM Unpar mau menggelar konser di Jakarta.

“Nama PSM Unpar juga sudah dikenal luas di Jakarta, jadi pasar Jakarta sendiri nama PSM Unpar cukup dikenal,” ujar Alvin. Konser PSM Unpar appassionato selanjutnya akan diselenggarakan di Graha Swara Universitas Tarumanegara, Jakarta pada Minggu (13/11).

GALLUS PRESIDEN  | ZICO SITORUS

Related posts

*

*

Top