Apa Rasanya Kehidupan di bawah ISIS?

Demonstran di Mosul. Irak menyorakkan slogan-slogan pro-ISIS. Dok/Associated Press

INTERNASIONAL, MP –Islamic State (IS) atau yang disebut juga Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) adalah kelompok militant ekstrim yang berada di Irak dan Syria. ISIS sudah ada sejak 2014 dan memiliki kekuatan yang besar. Adanya kontrol penuh dari ISIS kepada penduduk sipil sehingga hampir mustahil untuk berkata tidak kepada kelompok radikal tersebut.

ISIS memiliki polisi religius yang disebut Hisbah. Hisbah bertugas melakukan patroli dan memastikan agar penduduk sipil sesuai dengan hukum islam yang disebut hukum sharia. Sekilas demikian mulai membebri gambaran mengena kehidupan dibawah kekuasaan ISIS.

Adanya kontrol atas kaum hawa dimana mengatur bagaimana cara berpakaian. Pakaian wanita wajib tertutup dari ujung kaki sampai ujung kepala (niqab atau burka), hanya boleh memakai pakaian berwarna hitam, harus memakai sarung tangan, dan lain-lain. ISIS tidak segan-segan menggunakan kekerasan pada wanita yang tidak memenuhi syarat dalam berpakaian. Wanita yang tidak memakai cadar akan dieksekusi.

Wanita juga tidak diperbolehkan untuk jalan sendirian di luar tanpa bersama dengan perempuan lainnya, tidak diperbolehkan kerja, sekolah dan mencapai pendidikan di jenjang universitas. ISIS juga memberikan uang kepada anak laki-laki berumur 16 sampai 18 tahun dengan tujuan mereka harus memberi laporan kepada ISIS mengenai individu atau pihak yang berbicara menentang ISIS.

Kepemilikan barang-barang yang dimiliki oleh pihak yang memiliki agama minoritas disita oleh ISIS, seperti buku-buku dan juga rumah mereka. Rumah-rumah kaum nasrani ditandai dengan huruf “N” yang mengartikan bahwa rumah dimiliki oleh kaum nasrani. Residen yang biasa terkenal dengan mayoritas kaum nasrani sekarang sudah kosong dan banyak yang sudah pergi ke luar negeri.

ISIS memberlakukan hukum yang disebut dengan ‘Laws of the Caliphate’ ketika ISIS memberikan hukuman kepada individu yang melanggar hukum. Hukuman yang paling ringan adalah cambukan dan biasanya diberlakukan ketika seseorang merokok atau memaki, dan lain-lain. Pada saat jam berdoa, semua orang harus pergi ke tempat ibadah dan semua toko harus tutup. Hisham, seorang pria dari Syria berkata bahwa abangnya mendapat hukuman karena dia tidak menutup tokonya saat jam berdoa yang berupa 20 kali cambukan.

Orang yang menggunakan alat komunikasi akan dipandang sebagai pengkhianat dan dihukum mati. Orang yang dituduh tentara Irak, juga dipandang sebagai pengkhianat dan akan dieksekusi dan menggantung mayatnya selama seminggu. Hukuman bagi pencuri adalah amputasi tangan, untuk perzinahan akan di dorong dari gedung tinggi. Hukuman biasanya dilakukan di publik seperti pencambukan, penembakan mati bahkan penyaliban dengan tujuan mengintimidasi dan orang-orang dipaksa untuk menontonnya.

Banyak yang lari dari kota mereka tetapi tidak banyak juga yang selamat karena ISIS selalu melakukan pemeriksaan dan patrol serta siapa saja yang ketahuan akan dieksekusi. Amar, pria berasal dari Hawija, Irak bercerita bahwa ia melarikan diri bersama istri dan kedua anaknya. Ia mengaku bahwa mereka harus berjalan selama 16 jam dengan anak-anaknya yang lapar dan haus. Mereka harus melewati padang gurun dan gurun dan menghindari pemeriksaan. “Sekitar 40 keluarga menyeberang bersama-sama, tetapi beberapa tewas di jalan. Kami tidak berhenti untuk apa pun. Kami akan terbunuh jika kita tertangkap,” ujar Amir ketika diwawancarai oleh rescue.org

Kebutuhan dasar manusia tidak terpenuhi. Harga-harga makanan naik, tidak adanya bahan bakar, sampah dimana-dimana yang menyebabkan kontaminasi pada tanah dan air, kurangnya air bersih, kurangnya kayu bakar karena ISIS tidak mengizinkan penebangan kayu, penduduk harus membeli gas melalui pasar gelap, dan lain-lain. ISIS juga menutup sekolah-sekolah tetapi beberapa sekolah dibuka kembali dengan kurikulum yang ditetapkan oleh ISIS.

Kerusakan infrastruktur pun mencapai 75 persen dimana jaringan air dan stasiun pompa rusak dan penghancuran gedung-gedung seperti gereja-gereja, masjid Mosul Syiah, masjid tua yaitu Nabi Jirjis karena ISIS tidak memandang bahwa ajaran yang diajarkan adalah non-muslim. ISIS juga menutup rumah sakit-rumah sakit dan memiliki rumah sakit sendiri khusus untuk anggotanya.

Di Mosul sendiri yang merupakan kota terbesar kedua di Iraq yang dikuasai oleh ISIS sejak 2004, sebanyak 750.000 penduduk masih terperangkap dibagian barat dan 580.000 di bagian timur. Total sebanyak 3 juta penduduk masih terperangkap di Irak dan puluhan ribu di Syria. Hanya 17.000 dari 4 juta imigran yang sudah pindah ke negara lain.

RANESSA NAINGGOLAN | TANYA LEE NATHALIA | BBC | Wall Street Journal |Rescue | Expressen tv | Fox News

Related posts

*

*

Top