Anhar Gonggong : Indonesia Lahir Dari Pemuda Terdidik, Cerdas, dan Tercerahkan

Dari kiri ke kanan, Bima Arya, Asep Kambali, Anhar Gonggong saat sesi 1 Seminar Kepemudaan Persada 2015, MP/ Vincent Dari kiri ke kanan, Bima Arya, Asep Kambali, Anhar Gonggong saat sesi 1 Seminar Kepemudaan Persada 2015, MP/ Vincent

STOPPRESS MP, UNPAR  Dalam Seminar Kepemudaan Peringatan Sumpah Pemuda (Persada) 2015, Anhar Gonggong mengingatkan peran pemuda dalam sejarah Indonesia. Menurutnya, cikal bakal pergerakkan nasional justru dipelopori oleh pemuda.

“Indonesia didirikan oleh anak-anak muda yang cerdas, terdidik, tercerahkan,” ucap Anhar Gonggong selaku salah satu narasumber saat sesi 1 seminar yang berlangsung pada Senin (26/10). “Senjata perjuangan para pemuda yang terdidik bukanlah tembak-tembakan ataupun berkelahi, melainkan melalui organisasi, ideologi, media massa, dan dialog. Jadi, berkelahi dengan otak,” tambahnya.

Selain itu, menurut mantan Direktur Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Departement Pendidikan, pemuda tidak bisa dipisahkan dari sejarah perjuangan Indonesia hingga mencapai kemerdekaan. “Yang merumuskan indonesia itu anak muda, dan yang melakukan revolusi Indonesia itu anak muda,” tuturnya. Menurutnya, salah satu perumusan negara oleh pemuda yaitu lewat Sumpah Pemuda sebab merupakan proklamasi kebangsaan sedangkan 17 agustus itu merupakan proklamasi kemerdekaan bangsa.

Selain berbicara mengenai sisi sejarah dari sumpah pemuda, beliau juga menjelaskan relevansi makna  dari Sumpah Pemuda terhadap keadaan Negara dewasa ini. Anhar gonggong mengingatkan bahwa bangsa Indonesia belum bersatu. Menurutnya, di beberapa daerah masih terjadi konflik, pembangunan belum  merata, dan tingkat kemiskinan yang cukup tinggi. “Indonesia belum selesai, Indonesia masih dalam proses  menjadi (red. bersatu),” ucapnya.

Hal senada juga diucapkan oleh Asep Kambali selaku salah satu pembicara. Pria yang juga adalah pendiri komunitas Historia itu mengatakan bahwa makna sebenarnya dari Sumpah Pemuda  ialah Fusi (Penggabungan). “Indonesia lahir dari perbedaan, bangsa ini didirikan karena perbedaan. Perbedaan bisa  menjadi kekuatan suatu negara, tapi jika kita tidak mampu mengelolanya maka akan menimbulkan konflik,” jelasnya.

Selain Anhar Gonggong dan Asep Kambali, Bima Arya selaku Walikota Bogor juga turut hadir dalam seminar itu. Seminar Persada merupakan salah satu dari rangkaian acara yang digelar oleh Lembaga Kepresidenan Mahasiswa (LKM) Unpar dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda. Bertempat di Gedung Serba Guna Balai Kota Bandung, seminar itu terbagi menjadi tiga sesi yang dihadiri sejumlah pembicara lainnya.

Fiqih Rizkita / Vincent Fabian

Related posts

*

*

Top