Andrew dan Cokorda : Membangun LKM yang Tepat Guna

Pasangan capresma dan cawapresma no 2, Andrew dan Cokorda.

STOPPRESS MP, UNPAR – Pasangan nomor 2 calon presiden mahasiswa  dan wakil presiden Andrew Ryan Sinaga dan Cokorda Gde Aditya N mengusung visi LKM yang berperan dalam fungsi konkrit. Bagi mereka peran dan fungsi LKM harus benar-benar ada dan terasa perannya di mahasiswa. Demi mewujudkan visinya mereka menawarkan beberapa misi , diantaranya menyusun program yang tepat guna demi terbangunya LKM yang mewadahi seluruh mahasiswa.

“Bagi orang-orang yang ada di struktur LKM, kita aja menekankan bahwa LKM merupakan ranah profesional, LKM adalah lembaga tertinggi di PM unpar. untuk itu kita ingin membuat struktur yang efektif dan efisien di LKM,” ujar Cokorda mahasiswa jurusan Arsitektur angkatan 2009. Mereka berpendapat bahwa orang-orang yang memegang jabatan krusial seperti jajaran menteri adalah mereka yang pernah minimal 2 tahun punya pengalaman di organisasi PM Unpar. “Kalo bisa yang ada di jajaran ring 1 LKM adalah mahasiswa  yang udah ikut organisasi di PM Unpar kayak himpunan atau UKM. Kita yakin kalo mahasiswa yang udah 2 tahun ikut organisasi pasti udah punya loyalitas dan udah tau keadaan unpar kayak gimana,” tambah Cokorda.

Pasangan capres dan cawapresma nomor 2 ini memiliki jargon kampanye PALUMARA. PALUMARA adalah singkatan dari Peduli, Action, LUgas, MAju, RAsional. Mereka  melihat bahwa komunikasi di UNPAR sudah mulai menurun. Sadar bahwa isu komunikasi ini adalah sesuatu yang penting maka mereka ingin  meningkatkan kualitas dan kuantitas komunikasi serta koordinasi antar elemen mahasiswa di Unpar.

“Komunikasi dapat dijadikan tolak ukur bagi LKM, apakah LKM berhasil membawa mahasiswa menjadi lebih dekat atau kebersamaan antar mahasiswa terasa,” ujar Cokorda saat ditemui MP pada selasa 3 April 2012. Komunikasi ini akan mereka bawa dalam bentuk adanya Forum Komunikasi Informal  (forkom informal)  antara UKM dan juga himpunan dari masing-masing program studi. “Forkom Informal ini penting , karena dapat  tempat curhat bagi  teman-teman UKM dan juga himpunan. Lewat forkom ini LKM bisa lebih maksimal membantu permasalahan  teman-teman mahasiswa khususnya di ukm dan himpunan,” ujar Andrew yang akrab dipanggil Said.

Berangkat dari fenomena kurangnya komunikasi antar elemen kemahasiswaan yang terjadi di kampus Unpar,  mereka juga ingin memaksimalkan teknologi informasi dan media demi peningkatan partisipasi mahasiswa. “Berkaitan dengan forkom informal juga sih, kita mau setiap forkom informal yang ada nantinya bukan hanya sebagai ajang silahturahmi, tapi akan ada publikasi atau press release tentang apa yang dibahas dalam forkom tersebut lewat media sosial,” ujar Cokorda. “Kita akan mulai dengah hal simple pertama yaitu mengadakan twitter resmi LKM dan memaksimalkan website PM unpar yang akan diluncurkan nanti, disitu gw berharap mahasiswa bisa kasih saran, kritik atau mungkin hujatan dari mahasiswa. toh,  ini juga  untuk perkembangan lkm dan unpar,” tambah Said. ”Bagi gw lembaga yang takut kritik adalah lembaga yang salah,” tambah Andrew mahasiswa Management angkatan 2009 .

“Kami merasa peran dan struktur  LKM saat ini sedikit kurang tepat guna, untuk itulah kami maju sebagai calon presma dan capresma,” ujar said.  Seperti kata margareth taecher  di film iron lady ‘if you want change it, lead it’ kata-kata itulah yang mempengaruh said untuk mencalonkan diri sebagai presma.

Kania Mamonto

Related posts

*

*

Top