Aksi Solidaritas FRONT API Bandung Peringati Hari Tani dan Pendudukan di Rembang

Aksi Front API memperingati Hari Tani dan 100 hari pendudukan di Rembang, Selasa (23/9) di halaman Gedung Sate. MP/ Veronica Dwi Lestari Aksi Front API memperingati Hari Tani dan 100 hari pendudukan di Rembang, Selasa (23/9) di halaman Gedung Sate. MP/ Veronica Dwi Lestari

STOPPRESS MP, BANDUNG – FRONT API Bandung menggelar aksi Solidaritas pada Selasa (23/9) guna memperingati 100 Hari Perjuangan Pendudukan Tapal Pabrik Semen Rembang dan menyambut Hari Tani Nasional yang jatuh pada tanggal 24 September. Aksi solidaritas ini bertujuan untuk memberikan dukungan pada penduduk Rembang yang saat ini sedang mengalami penyabetan lahan oleh korporasi.

“Sebenarnya di Rembang sendiri ingin menggelar 100 titik untuk menjalankan aksi ini, dan Bandung ingin menjadi salah satunya,” kata Rudiansyah selaku kordinator lapangan saat ditemui di sela-sela aksi.

Acara yang digelar di depan Gedung Sate Bandung ini menampilkan pembacaan puisi, teatrikal, dan orasi. “Kita harus terus menyebarkan aksi ini, dan mendesak Pemerintahan kabinet baru untuk segera mengintruksikan kepada Kapolri, Kapolda, atau mungkin Kapolsek untuk segera menarik alat-alat berat yang ada di bumi Rembang,” kata Wanggi salah satu aktivis yang hadir dalam acara Soidaritas Petani Rembang.

Keberadaan aksi ini menurut Wanggi adalah akibat dari Pemerintah yang selalu bungkam. “Aksi Solidaritas peringatan 100 hari di 100 titik ini adalah cara mendesak pemerintah, minimal bisa terdengar oleh pemerintah Jawa Barat yang masih menutup mata dan masih bungkam,” katanya.

Aksi ini pula bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat akan pentingnya petani bagi kehidupan kita. “Karena dengan cangkul yang mereka gunakan, celurit yang mereka pakai, dan keringat yang mereka kucurkan, sampai saat ini kita bisa makan beras. Karena beras tidak dapat diproduksi oleh mesin,” kata Rudiansyah.

VERONICA DWI LESTARI

Related posts

*

*

Top