AIESEC Bandung Libatkan Penyandang Disabilitas dalam Program Terobosan: iCare For Disabled

Suasana Acara iCare For Disabled di SLB-D YPAC Bandung. dok./AIESEC Bandung

STOPPRESS, MP – AIESEC Bandung menyelenggarakan acara iCare For Disabled di SLB-D YPAC, yang bertempat di Jalan Mustang, Sukajadi, Bandung. Berlangsung selama 6 minggu, proyek sosial terobosan AIESEC Bandung ini melibatkan penyandang disabilitas dengan rangkaian acara berupa perkenalan, pengajaran, hingga Open House di akhir acara.

“Ini terobosan baru dari AIESEC Bandung. Jadi sebelumnya belum pernah ada acara seperti ini. Proyek sosial yang melibatkan penyandang disabilitas ini adalah yang pertama,” ujar Ajeng Rizki Octavia (Teknik Elektro 2015) selaku ketua panitia dari acara iCare For Disabled.

Dalam acara ini, AIESEC Bandung berfokus untuk mengajar, menghibur dan memberdayakan anak-anak di Sekolah Luar Biasa (SLB)-D Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC). “Kami di sini mengajarkan Bahasa Inggris, ilmu IT (red. komputer), seni dan kerajinan tangan juga. Selain itu, kami juga mengajarkan mereka masak-masakan khas negara pertukaran pelajar, terus kita juga ngajak mereka seneng-seneng kaya nari di kursi roda.” ujarnya

Indri salah seorang guru di SLB-D YPAC mengatakan bahwa adanya acara ini turut menyegarkan keadaan belajar mengajar di tempat tersebut. “Acaranya bagus, terutama untuk anak-anak di sini karena terkadang anak-anak kan jenuh juga dengan situasi sekolah. Dengan adanya orang baru dari luar, jadi ada kebiasaan-kebiasaan baru yang mereka dapet,” ujar Indri

Selain mengajar, Ajeng juga mengatakan bahwa tujuan dari acara iCare For Disabled ini adalah untuk memberi motivasi kepada siswa-siswi di SLB-D YPAC . “Agar mereka tahu bahwa mereka itu sama, tak terbatas, mereka itu limitless sama seperti yang lainnya,” ujarnya.

Selain itu juga Ajeng mengatakan bahwa ingin membuka wawasan para siswa, bahwa dunia yang mereka kenal tidak hanya terbatas pada Indonesia. “Ga cuma di Bandung. Mereka bisa pergi kemana-mana karena kita juga ngasih wawasan Internasional juga,” jelas Ajeng

Lebih luasnya lagi, Ajeng menjelaskan bahwa dengan acara ini, AIESEC Bandung memiliki tujuan untuk meningkatkan kesadaran bagi warga kota Bandung, “Karena masih banyak warga Kota bandung yang belum terlalu memperhatikan hak-hak kaum penyandang disabilitas ini,” ungkap Ajeng

AIESEC sendiri merupakan organisasi pemuda yang memiliki tujuan untuk mengembangkan jiwa kepemimpinan setiap anggotanya. Salah satu cara untuk meningkatkannya, dilakukan melalui program pertukaran pelajar.

Acara ini diselenggarakan selama 6 Minggu yang terdiri dari beberapa kegiaan. Pada minggu pertama dilakukan perkenalan seputar Kota Bandung bagi para peserta pertukaran pelajar. Kegiatan pada minggu kedua dan ketiga adalah mengajar di sekolah YPAC dan berkeliling ke sekolah-sekolah di kota Bandung di minggu keempat.

Pada minggu kelima terdapat kegiatan Physical Development dan di minggu keenam, kegiatan terakhir berupa open house. Selain pihak SLB-D YPAC, panitia dan sukarelawan AIESEC Bandung, Acara iCare For Disabled pun  diikuti oleh para peserta pertukaran pelajar yang berasal dari negara Gambia, Malaysia, Taiwan dan Mesir.

FIQIH R PURNAMA

Related posts

*

*

Top