Agus Yudhoyono : “Lima Pilar Perlawanan Terhadap Terorisme”

STOPPRESS MP, Unpar – Major (Inf) Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan terdapat lima pilar yang dijadikan pijakan Indonesia dalam upayanya melawan tindak laku terorisme. “Pilar-pilar itu adalah, pentingnya supremacy of law, independence, indiscrimination, coordination, serta nilai demokrasi.”

Hal itu disampaikan Agus melalui kuliah tamu mengenai perlawanan terhadap terorisme di Indonesia dalam rangkaian acara International Student Conference (ISC) 2013 pada Sabtu, 19 Januari 2013 dan bertempat di Mgr. Geisse Lecture Theatre, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unpar.

Agus menerangkan bahwa dengan berpijak pada kelima pilar tersebut, segala upaya yang dikerahkan untuk memberantas terorisme harus berdasarkan hukum yang berlaku. Pertukaran informasi secara global juga patut untuk dilakukan. Dan segala tindakan indiskriminasi harus diupayakan, dengan begitu segala bentuk perlawanan terhadap terorisme sepatutnya tidak menunjuk pada suatu golongan agama atau etnis tertentu. Ia juga menjelaskan pentingnya untuk membangun sebuah koordinasi lintas sektor dan lintas batas, serta menegakkan prinsip demokrasi yang mengikut sertakan masyarakat dalam memberantas tindak laku terorisme.

Ia juga menegaskan pentingnya menyadari bahwa para pelaku teroris merupakan musuh bersama.“Yang harus kita sadari adalah para pelaku tindak terorisme bukan hanya merupakan musuh pemerintah, aparat, dan para korban, melainkan musuh kita bersama, sehingga dibutuhkan sebuah tindakan cross-sectoral untuk melawannya, dalam hal ini bantuan masyarakat juga sangat dibutuhkan”, tegas Agus dalam kuliah yang disampaikannya dalam bahasa inggris tersebut.

ISC yang berlangsung pada tanggal 17 hingga 24 Februari 2013 mengusung tema Global Citizenship. Para mahasiswa yang berasal dari beberapa Negara tersebut mengikuti serangkaian kegiatan seminar serta diskusi yang meliputi topik-topik seperti Global Terrorism danWater Sustainibility.

Shafira Ayunindya

Related posts

*

*

Top