Ade Paloh: Saat Ini, Kebebasan Berekspresi Lebih Progresif Dibanding 40 Tahun Lalu

Band Sore ketika mengisi sesi acara SATURA dok. Haruka Band Sore ketika mengisi sesi acara SATURA dok. Haruka

STOPPRESS MP, UNPAR– “Kebebasan berekspresi di Indonesia sudah lebih progresif dibanding negara-negara lain khususnya di Asia Tenggara terutama dibanding 40 tahun lalu,” ucapnya saat sesi Talkshow dengan tajuk “Mengangkat Hal Tabu Lewat Karya” tengah berlangsungMenurut Ade Paloh, “Mengangkat Hal Tabu dalam Karya” merupakan sebuah tindakan mengenai kebebasan berekspresi.

Ketika ditanya mengenai maraknya pelarangan maupun pembubaran suatu acara diskusi maupun karya seni, Vokalis sekaligus gitaris kidal ini, mengatakan bahwa hal itu merupakan suatu alat. Alat yang digunakan untuk memfasilitasi keamanan maupun mengatasi ancaman yang dilancarkan oleh gerakan-gerakan tertentu. “Lucunya sekarang, malah banyak kepentingan politik dan agenda-agenda politik yang mengurangi kebebasan berekspresi itu sendiri,” jelasnya.

Dalam hal kebebasan berekspresi menurut Ade perlu adanya aturan dan regulasi yang jelas oleh pemerintah. Ia pun berpendapat  justru sekarang terjadi yang memprovokasi malah dibiarkan. Menurutnya, seperti ada kepentingan-kepentingan yang tidak jelas arahnya sedang dibawa kemana. “Pemerintah harus melindungi kebebasan berekspresi, selama tidak melebihi batas atau mengintervensi orang lain,” tuturnya.

Selain itu, Band Sore pun lewat salah satunya lagu “Somos Libres” telah menyuarakan kebebasan berekspresi. Lagu itu bercerita mengenai Kebebasan itu merupakan hak semua manusia, sudah merupakan hak hidup manusia, merupakan free will kita untuk bebas. Band Sore pun menyebutkan bahwa lagu itu juga berarti yang bisa bermanfaat untuk kita dan tidak merugikan orang lain. “Kita bisa bebas sampai kita menutup mata dan membayangkan apapun juga kita bebas, sampai ke tahap itu kita punya kebebasan,” jelasnya.

Adapun sesi talkshow itu diselenggarakan oleh Satura pada  Sabtu (16/4) lalu. Bertempat di Tahura, kedua narasumber,  Ade Paloh dan Bembi  (band Sore) menjadi  pembicara pada diskusi itu.

Acara satura sendiri merupakan acara festival film dan seni yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Unpar, dalam acara tersebut diadakan talkshow, pameran karya fotografi dan puisi, performance art, band, lalu disertai juga pemutaran film pendek. Acara diakhiri dengan kolaborasi teater yang melibatkan homogenic dengan grup teater Lakuna dengan diiringi oleh pensuasanaan visual oleh Uvisual

FIQIH RIZKITA

Related posts

*

*

Top