Ada Dua Letupan Pistol Sebelum Harindaka Tertembak

Aparat Reserse Kepolisian Sektor Cibeunying melakukan rekonstruksi ulang penembakan mahasiswa Hukum Unpar angkatan 2010 Harindaka Maruti pada  Sabtu (21/04) siang. Saksi mata bernama Haryanto Hatori, 32 tahun, menyatakan bahwa ia mendengar dua kali suara letupan senjata api.

“Saya tidak lihat tapi saya dengar bunyi tembakan dua kali,” kata Hatori ketika ditemui di tempat kejadian perkara.

Pada saat penembakan terjadi, Hatori sedang memanaskan air di bangunan berlapis triplek yang terletak di seberang tempat kejadian. Menurut dia ada selang satu menit antara tembakan pertama dengan kedua. Tembakan terdengar sekitar pukul 12.30 WIB, ketika sekeliling tempat kejadian belum terlalu ramai “Karena orang-orang banyak yang masih Shalat Jumat,” ujar Hatori.

Setelah mendengar suara tembakan itu, Hatori tidak segera keluar dari tempatnya memanaskan air. Ketika keluar, ia melihat orang berkerumum di sekeliling korban. Menurut Hatori, orang yang berkerumun itu adalah pegawai katering yang menyediakan makanan untuk acara pernikahan yang diadakan sekitar 50 meter dari lokasi penembakan.

“Korban terlentang dan sudah dipindah ke seberang jalan,” ungkap Hatori.

Berbeda dengan Hatori, kakak korban bernama Danandaka Mumpuni (FISIP HI 2007), hanya mendengar satu kali suara tembakan, “Saya tidak yakin apakah ada dua kali suara tembakan. Tapi mungkin itu karena saya berteriak-teriak, sehingga tidak mendengar suara tembakan yang lain,” ungkap Danan dalam pernyataannya kepada polisi.

Lokasi penembakan terjadi di Jalan Cigadung Raya Barat pada Jumat (20/04) siang sekitar pukul 12.30. Jalan yang hanya cukup dilalui dua mobil ini terletak sekitar 200 meter dari rumah korban. Awalnya pelaku hanya menodongkan pistol ke arah Hari dan kakaknya, Danandaka. Menurut Danandaka Hari sempat melawan perampok sebelum ia ditembak oleh perampok. (untuk kronologis lihat berita MP: Kejar Perampok, Harindaka Maruti Menjadi Korban Penembakan)

Peristiwa ini bermula dari perampokan rumah korban yang terjadi di sekitar pukul 11.00. Sri (31), pekerja di rumah  Koerniatmanto Soetoprawiro, ayah Hari, menemukan pintu garasi rumah yang terkunci terbuka. Tiga pelaku mengendarai dua motor bergegas kabur setelah satu orang pelaku yang lain ke luar dari rumah. Sri kemudian menghubungi Suwanarni, istri Koerni. Hari dan Danandaka yang mengetahui kejadian itu, kemudian melakukan pencarian di sekitar lingkungan rumah. Mereka mencegat para pelaku di Jalan Cigadung Raya Barat, sekitar 200 meter dari rumah mereka.

Setelah dicegat, Hari meminta salah satu pelaku untuk memperlihatkan isi tasnya. Pelaku kemudian mengeluarkan pistol, Danandaka mengatakan ada lebih dari satu pistol yang diarahkan kepada mereka. Setelah Hari melawan, ia ditembak oleh salah satu pelaku di bagian bawah ketiak kirinya. “Saya sendiri mengira itu pistol mainan,” ungkap Danan dalam keterangannya kepada polisi.

 

(Lalola Easter / Risa Efriani)

Related posts

*

*

Top