7 Fakta Menarik Kedatangan Raja Salman ke Indonesia

Raja Salman (Kiri) dan Jokowi (Kanan) bersalaman. Dok/okezone. Raja Salman (Kiri) dan Jokowi (Kanan) bersalaman. Dok/okezone.

NASIONAL, MP – Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud mengunjungi Indonesia dalam rangka tur Asia kerajaan pada tanggal 1-9 Maret 2017 lalu. Bogor dan Jakarta dikunjungi untuk keperluan politis sedangkan pulau Bali untuk liburan. Berbagai hal, mulai dari keamanan menjelang kedatangan, tempat-tempat yang akan dikunjungi sang raja, hingga protokol disiapkan dalam rangka menyukseskan kunjungan raja yang telah bertahta selama 20 tersebut.

Berikut ini adalah tujuh fakta menarik mengenai kunjungan Raja Salman:

Jumlah pekerja yang dikerahkan
Seperti yang sudah marak diberitakan media sebelumnya, Raja Salman membawa rombongan besar meliputi 1.500 perwakilan, 25 pangeran, dan 500 ton bagasi. Dari angka tersebut sudah jelas bahwa ini bukan kunjungan kenegaraan biasa dan diperlukan tenaga extra untuk mendukungnya.

JAS, perusahaan yang menangani kedatangan raja Salman telah mulai mendatangkan berbagai keperluan Raja Salman seperti elevator emas serta limosin sejak pertengahan Februari 2017 lalu. Adji Gunawan, selaku presiden JAS juga mengatakan telah mempersiapkan 178 staf di Jakarta dan 394 staf di Bali untuk mempersiapkan kedatangan raja Salman. Sementara itu, selama kunjungannya di Istana Bogor, 150 koki dikerahkan untuk mempersiapkan santapan sang raja.

Lalu pada kunjungannya di Jakarta, 4.900 personel polisi dikerahkan untuk menjaga area-area yang dikunjungi raja seperti gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), masjid Istiqlal, istana negara serta situs-situs lain yang akan dikunjungi. Selanjutnya, patroli laut dan satuan tugas sejumlah 2.500 personel juga disiapkan untuk menjaga kedatangan raja ke resort St. Regis di Bali.

Hadiah untuk Istiqlal
Sebagai seorang raja dari negara berpenduduk mayoritas Islam sekaligus tempat keberadaan dua kota suci umat Islam terletak, raja Salman pun mengunjungi masjid Istiqlal yang terletak di Jakarta. Raja Salman menyempatkan diri menunaikan shalat Jumat di masjid yang telah berdiri sejak tahun 1970 ini. Tidak hanya shalat Jum’at, raja Salman juga menghadiahkan masjid Istiqlal sebuah kaligrafi yang dilukiskan di dalam kain tebal dengan emas dan menyerupai penutup Ka’bah.

Disambut ribuan pelajar
Kedatangan seorang tokoh terkemuka selalu membuat orang-orang antusias, apalagi jika yang datang adalah seorang raja dari negara yang menjadi letak kota suci bagi umat Islam. Dengan keberedaan Istana Bogor, rakyat Bogor beruntung karena setiap kali pemimpin negara datang ke Indonesia, pasti akan berkunjung ke Bogor, walaupun kota ini bukan ibukota Indonesia. Hal ini terbukti ketika kedatangan dua mantan presiden Amerika Serikat (AS), George Bush dan Barrack Obama, rakyat turun ke jalan untuk menyambut kedatangan mereka.

Tidak terkecuali raja Salman, meskipun diguyur hujan, 60.000 pelajar dan guru dari berbagai sekolah di Bogor memadati area-area sekitar Istana Bogor dengan melambaikan bendera Arab Saudi dan Indonesia sebagai simbol persahabatan antara dua negara tersebut.

Menandatangani 11 MoU
Agenda tur Asia kerajaan Arab Saudi bertujuan untuk mendorong perekonomian Arab Saudi di wilayah Asia, termasuk Indonesia. Setelah mengakhiri dialog dengan presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Raja Salman menandatangani 11 Memorandum of Understanding (MoU) dalam berbagai bidang seperti hubungan luar negeri, kesehatan, aviasi, budaya, transportasi, perdagangan, kehidupan beragama, dan pendidikan.

Patung di Istana Bogor
Istana Bogor bukan sekedar tempat eksekutif untuk presiden dan tamu-tamunya yang berisi hal-hal yang berhubungan dengan kepresidenan. Seni dalam bentuk lukisan maupun patung dapat ditemukan dengan mudah di istana ini. Termasuk diantaranya patung dan lukisan telanjang peninggalan masa kepresidenan Soekarno.

Selama kedatangan raja Salman, patung dan lukisan tersebut diberi ‘busana’ demi menghormati kedatangan Raja Salman. “Dihias, nanti kita hias dengan beragam cara. Misalnya waktu kemarin ada tamu dari negara Islam juga, saat mau jumpa pers, kita tutupi dengan dekor. Biar menghormati tamu,” ujar kepala sekretariat presiden Darmansjah Djumala.

Singgahi Brunei
Raja Salman memang memiliki agenda kunjungan ke Bali untuk berlibur. Tetapi, Raja Salman tidak langsung terbang ke Denpasar dari Jakarta, melainkan singgah dulu untuk melanjutkan tur Asia ke Brunei Darusalam. Raja Salman baru akan bearada di Bali dari tanggal 4 Maret hingga 9 Maret dan melanjutkan perjalanannya ke Tiongkok.

Bukan kunjungan mewah pertama
Sebagai raja dari negara kaya minyak ditambah dengan jutaan jamaah haji yang datang, kunjungan negara yang mewah merupakan hal yang lazim untuk Raja Salman. Pada tahun 2015 lalu, raja Salman bersama 500 rombongannya mengunjungi pantai di selatan Prancis, French Riviera hingga menutup pantai tersebut. Sayangnya, penutupan tersebut mengundang protes dari warga setempat.

MIFTAHUL CHOIR | TANYA LEE NATHALIA | JAKARTA POST| ANTARA | GUARDIAN | KUMPARAN | AL AR

Related posts

*

*

Top