5 Poin Seruan “Pernyataan Bandung”

Pembacaan deklarasi "Pernyataan Bandung" yang diadakan di Gedung Indonesia Menggugat pada Selasa (17/4)/dok. Fiqih Rizkita Pembacaan deklarasi "Pernyataan Bandung" yang diadakan di Gedung Indonesia Menggugat pada Selasa (17/4)/dok. Fiqih Rizkita

NASIONAL, MP – Terdapat 5 poin utama yang diserukan dalam deklarasi Pernyataan Bandung pada hari selasa 17 Mei 2016, di Gedung Indonesia Menggugat oleh para perwakilan dari seniman, aktivis budaya, pegiat literasi, mahasiswa dan pelaku komunitas kreatif di kota Bandung

Pernyataan Bandung yang dibacakan langsung dihadapan ratusan orang perwakilan dari beberapa komunitas oleh Ahda Imran dan didampingi oleh Deni Rahman dari Lawang Buku serta Semi Ikra Anggara Alumni STSI, berikut 5 poin utama dalam Pernyataan Bandung, diantaranya:

  1. Mendesak aparat kepolisian dan militer menghentikan intimidasi dan pemberangusan terhadap buku, diskusi buku dan aktivitas literasi lainnya;
  2. Mendesak apparat kepolisian dan militer menghentikan pemmbiaran atas perbuatan organisasi massa intoleran yang mengancam kebebasan berekspresi;
  3. Mendesak kesungguhan pemerintah dalam menjalankan kewajibannya dalam melaksanakan UUD, demi mencerdaskan kehidupan bangsa dan budaya demokrasi melalui kehidupan dunia literasi yang sehat, termasuk melindungi hak-hak warga negara dalam kebebasan berekspresi;
  4. Mendesak para pembesar jajaran pemerintahan untuk berhenti mengeluarkan pernyataan-pernyataan kontra produktif bagi kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara, ermasuk bagi kelangsungan budaya demokratis yang sehat;
  5. Menyerukan pada para pemangku kepentingan dalam perbukuan nasional (para penulis, penerbit, penerjemah, penyunting, penjual buku, pembaca, pegiat literasi) dan masyarakat luas, bersatu menolak pemberangusan buku dan kebebasan berekspresi.

Ahda Imran selaku pembaca langsung Pernyataan Bandung berharap dengan adanya deklarasi ini segala pemberangusan terhadap buku-buku dan segala macam tindakan intoleran terhadap kebebasan berekspresi berhenti secara nasional, tidak khusus untuk wilayah bandung saja. “karena pemberangusan buku sama saja memberangus pemikiran, dan bisa disebut kejahatan kemanusiaan” jelasnya ketika diwawancara di Gedung Indonesia Menggugat selepas deklarasi pernyataan bandung

Hal senada juga diungkapkan oleh Semi Ikra Anggara selaku salah satu pencetus “Pernyataan Bandung” ketika diwawancara di Gedung Indonesia menggugat setelah acara selesai yang berharap dengan adanya Pernyataan bandung ini tidak ada lagi sweeping buku, pemaksaan pemberhentian acara-acara oleh ormas. Jelasnya “kita berharap juga masyarakat bandung lebih sadar terhadap hal-hal seperti ini untuk membentuk sebuah masyarakat yang lebih demokratis” lanjutnya

Tercetusnya deklarasi ini dikarenakan banyaknya fenomena dan peristiwa Intoleran yang terjadi pada bulan mei 2016 ini, beberapa peristiwa pemberangusan terhadap dunia literasi dan kebebasan berekspresi, dengan alasan bangkitnya kembali partai komunis Indonesia.

FIQIH RIZKITA

 

Tags , , ,

Related posts

*

*

Top